Resolusi Sawit Uni Eropa Bisa Memicu Perang Dagang

Senin, 17 April 2017 - 15:26 WIB
Resolusi Sawit Uni Eropa...
Resolusi Sawit Uni Eropa Bisa Memicu Perang Dagang
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menilai bahwa resolusi yang dikeluarkan Parlemen Uni Eropa terkait dengan sertifikasi produk sawit serta pelarangan biodiesel berbasis sawit bisa berbuntut panjang. Jika usulan tersebut disahkan, maka menurutnya yang terjadi justru perang dagang di antara kedua negara.

(Baca Juga: Lawan UE, Mendag Tuntut Produk Nabati Dunia Berstandar Sama )

Dia mengungkapkan, selama ini hubungan kerja sama antara pemerintahan Uni Eropa (UE) dan Indonesia didasari dengan semangat anti diskriminatif dan semangat perdagangan bebas (free trade). Namun, yang dilakukan Parlemen Uni Eropa tersebut justru bertolakbelakang dengan semangat tersebut.

"Semangat yang ada kita bicara small medium enterprise, semangat free trade, semangat perlakuan-perlakuan diskriminatif, tetapi langkah yang dilakukan ini tidak menunjang apa yang di sampaikan pemerintah Uni Eropa," katanya di Gedung Kemendag, Jakarta, Senin (17/4/2017).

Enggar mengaku telah membicarakan hal ini dengan Menteri Perdagangan Uni Eropa. Baginya, pernyataan yang dikeluarkan Parlemen Uni Eropa justru memantik perang dagang antara Indonesia dan Uni Eropa. Dia pun meminta mereka untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut.

"Saya katakan, kalau ini (resolusi Parlemen Uni Eropa) terjadi, apa yang kita (Indonesia-Uni Eropa) sepakati dalam berbagai pembicaraan mengenai perang dagang, Anda memulai ini. Sebab bisa terjadi seperti itu, mari kita atasi. Urusan dalam negeri masing masing tolong diselesaikan," tandasnya.

Sebagai informasi, Parlemen Uni Eropa mengeluarkan resolusi soal sawit dan pelarangan biodiesel berbasis sawit karena dinilai masih menciptakan banyak masalah dari deforestasi, korupsi, pekerja anak, sampai pelanggaran HAM. Dalam resolusi yang secara khusus menyebut Indonesia itu, menghasilkan voting 640 anggota parlemen setuju, 18 menolak dan 28 abstain. Laporan sawit bersifat non-binding ini akan diserahkan kepada Komisi dan Presiden Eropa.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Perdagangan...
Kementerian Perdagangan Optimis Pasar Ekspor Sawit Masih Positif
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Sawit Penolong Neraca...
Sawit Penolong Neraca Perdagangan Indonesia, Tanpanya Bisa Defisit di 2020
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
RI Harus Manfaatkan...
RI Harus Manfaatkan KTT APEC Summit 2023 untuk Diplomasi Perdagangan Sawit
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
5 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
8 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
9 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved