Kemendes Ajak Malaysia Investasi 30.000 Megawatt

Jum'at, 21 April 2017 - 19:41 WIB
Kemendes Ajak Malaysia...
Kemendes Ajak Malaysia Investasi 30.000 Megawatt
A A A
JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) mengajak Malaysia investasi di sektor pedesaan. Yaitu elektrifikasi desa sebesar 30.000 megawatt.

Mendes Eko Putro Sandjojo mengatakan, peluang investasi dari Malaysia cukup besar. “Salah satu yang kami harapkan adalah investasi untuk elektrifikasi di desa-desa sebesar 30.000 megawatt,” katanya saat menjadi mediator perwakilan perusahaan Indonesia-Malaysia di Kuala Lumpur.

Posisi Eko dalam pertemuan itu sebagai Pejabat Penghubung Investasi untuk membantu program percepatan pembangunan, khususnya di bidang perekonomian. Perusahaan-perusahaan yang ditemui, diantaranya bergerak di bidang industri, perbankan, pertanian, infrastruktur jalan tol, listrik, dan telekomunikasi.

Mendapat tugas langsung dari Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres), Eko melaksanakan sejumlah tugas, diantaranya mencari peluang investasi, mengidentifikasi dan mengatasi persoalan yang menghambat investasi di Indonesia, serta mengawal dan memastikan kelancaran proses realisasi investasi.

“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan pejabat tinggi Malaysia di Jakarta beberapa waktu lalu. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara, khususnya percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan,” ujar politikus PKB ini dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat (21/4/2017).

Berdasarkan data Kementerian ESDM 2016, terdapat 12.000 desa di Indonesia yang belum teraliri listrik dengan baik. Sebanyak 2.915 desa diantaranya hidup dalam gelap atau belum teraliri listrik sama sekali. Dan 9.000 desa lainnya hanya dialiri listrik 2-3 jam dalam sehari.

Eko mengatakan sebenarnya sejumlah desa tersebut sudah masuk dalam target program Indonesia Terang di 2019. Namun Eko meyakini, dengan peran serta masyarakat dan sektor swasta, target tersebut dapat dicapai lebih cepat lagi.

“Jadi perlu ada sinergi yang baik dalam mengatasi persoalan bangsa. Saat pemerintah sudah bekerja, kemudian ada partisipasi masyarakat dan pihak swasta maka semua akan teratasi lebih cepat,” jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
DPD IMM Jakarta Siap...
DPD IMM Jakarta Siap Berkolaborasi Bangun Desa dan Daerah Tertinggal
Gelar Pra-Rakor, Kemendes...
Gelar Pra-Rakor, Kemendes PDTT Siap Tuntaskan Target RPJMN 2O2O-2O24
Mendes Beberkan Kenaikan...
Mendes Beberkan Kenaikan Status Desa-desa di Tanah Air
Rakor Transmigrasi 2024...
Rakor Transmigrasi 2024 Tuntas, Wamendes PDTT Berikan Apresiasi
Dorong Pertumbuhan Ekonomi...
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa, PT Djarum Gencar Tingkatkan Kapasitas BUMDes
Pemkab Bogor Berhasil...
Pemkab Bogor Berhasil Hapus Desa Tertinggal melalui Program Pancakarsa
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
1 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
2 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
5 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
6 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
7 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
9 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Tolak Usulan...
Indonesia Tolak Usulan Investasi Apple Rp1,58 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved