Chevron Jual Ladang Gas di Bangladesh ke Konsorsium China Rp26,2 Triliun

Senin, 24 April 2017 - 19:42 WIB
Chevron Jual Ladang...
Chevron Jual Ladang Gas di Bangladesh ke Konsorsium China Rp26,2 Triliun
A A A
DHAKA - Perusahaan migas Amerika Serikat, Chevron Corp menjual tiga ladang gas mereka di Bangladesh ke konsorsium China, senilai USD2 miliar atau setara Rp26,2 triliun (estimasi kurs Rp13.113/USD). Penjualan ini karena Chevron ingin melepaskan aset non-inti pada tahun ini.

Kesepakatan tersebut, jika selesai, akan menandai investasi energi utama pertama China di negara Asia Selatan, dimana Beijing kini memompa uangnya miliaran dolar untuk berlomba meningkatkan pengaruhnya di Asia Selatan, bersaing dengan New Delhi dan Tokyo.

Melansir dari Reuters, Senin (24/4/2017), ladang gas yang mencakup lebih dari setengah produksi gas di Bangladesh ini, dijual ke Himalaya Energy, sebuah konsorsium yang terdiri dari perusahaan minyak dan investasi China, ZhenHua Oil CNIC Corp.

CNIC, yang didirikan di Hong Kong pada tahun 2012, adalah platform investasi pemerintah yang berfokus mendukung investasi luar negeri perusahaan China. Pada Februari lalu, ZhenHua Oil telah menandatangani kesepakatan awal dengan Chevron untuk membeli ladang gas alam Bangladesh.

Juru bicara Chevron mengakui kesepakatan penjualan tersebut namun ia menolak memberitahu secara rinci soal kesepakatan. “Kami menjual perusahaan kami di Bangladesh. Soal transaksi dan rincian kesepakatan kami tidak bisa membagi rincian,” katanya.

Adapun juru bicara ZhenHua mengatakan penutupan kesepakatan tersebut sangat tergantung persetujuan dari Kementerian Perdagangan China.

Meski demikian, dalam kesepakatan ini, pemerintah Bangladesh memiliki hak penolakan pertama dalam penjualan aset apa pun di negaranya. Untuk itu, mereka sedang mengevaluasi apakah penjualan tersebut menguntungkan bagi Bangladesh atau tidak.

Menteri Tenaga Kerja dan Energi Bangladesh, Nasrul Hamid, mengatakan pihaknya sudah meminta konsultan energi Wood Mackenzie untuk mengevaluasi kesepakatan penjualan tersebut, apakah akan menguntungkan Bangladesh atau tidak.

"Kami tidak bisa mengambil keputusan dengan tergesa-gesa sampai kami mendapatkan laporan konsultasi. Dan kami percaya bahwa Chevron akan menghormati permintaan kami," kata Hamid kepada Reuters.

Chevron sendiri mengatakan pemerintah Bangladesh sangat penting bagi keberhasilan bisnis yang sedang berlangsung, termasuk transisi ke pemilik baru. Dan mereka akan terus melakukan komunikasi intens dengan Dhaka saat proses berjalan.

Ketiga ladang gas Chevron di Bangladesh, yaitu Bibiyana, Jalalabad dan Moulavi Bazar memiliki rata-rata produksi harian bersih 720 juta kaki kubik gas dan 3.000 barel kondensat atau hidrokarbon cair yang diproduksi dengan gas.

Pada Oktober 2015, Chevron memang berencana menjual aset-aset mereka sekitar USD10 miliar pada 2017, diantaranya ladang gas di Bangladesh, proyek panas bumi di Indonesia dan Filipina, karena kemerosotan harga energi yang berkepanjangan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lifting Minyak Saban...
Lifting Minyak Saban Tahun Turun Dianggap Wajar, Ini 5 Penyebabnya
New Normal di Industri...
New Normal di Industri Hulu Migas Indonesia
Menjaga Keberlangsungan...
Menjaga Keberlangsungan Industri Migas di Tengah Pandemi Covid-19
PT Titis Sampurna Perkuat...
PT Titis Sampurna Perkuat Sektor Energi di Indonesia
Investor Bebas Pilih...
Investor Bebas Pilih Bentuk Kontrak Migas, Aturan Diteken Menteri Arifin Tasrif
Pertamina Beberkan Pentingnya...
Pertamina Beberkan Pentingnya Membangun Kilang Minyak Baru di Tanah Air
Berita Terkini
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
22 menit yang lalu
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
9 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
10 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
10 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
10 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
10 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved