IHSG Diprediksi Bergerak Tertekan, Cermati Saham Ini
Rabu, 03 Mei 2017 - 08:21 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak Tertekan, Cermati Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak mixed cenderung tertekan dengan range pergerakan 5.627-5.740. Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengutarakan, pergerakan bursa saham Tanah Air cenderung kembali tertekan dengan signal distibutions yang cukup terlihat secara teknikal pasca kembalinya bergerak di bawah 5.700.
"Sehingga pergerakan akan terus menguji support Moving Averange 7 hari dan signal negatif dead-cross Indikator Stochastic pada area jenuh beli," terang Lanjar di Jakarta, Rabu (3/5/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup melemah 9,49 poin sebesar -0,17% di level 5.675,81 dengan tingkat volume yang cenderung sepi. Pergerakan IHSG cenderung tertekan sejak awal sesi perdagangan yang dibuka cukup optimis. Terlihat investor asing mendominasi dengan catatan aksi net buy Rp848,34 miliar yang cukup besar.
Tumbuhnya inflasi hingga melebihi ekspektasi menjadi faktor utama kehati-hatian investor domestik. Di mana inflasi tahunan mulai kembali diatas 4% di level 4,17% dengan ekspektasi awal hanya tumbuh ke level 4% dari level 3,61% periode sebelumnya dan secara bulanan Indonesia mengalami inflasi lebih tinggi dari perkiraan sebelumnnya yakni 0,09% dari deflasi 0,02% pada bulan Maret.
Saham-saham yang masih dapat dicermati diantarnya PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) dan PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) ."Selain itu turunnya indeks komoditas seperti pertanian dan pertambangan menjadi penekan IHSG," pungkasnya.
"Sehingga pergerakan akan terus menguji support Moving Averange 7 hari dan signal negatif dead-cross Indikator Stochastic pada area jenuh beli," terang Lanjar di Jakarta, Rabu (3/5/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup melemah 9,49 poin sebesar -0,17% di level 5.675,81 dengan tingkat volume yang cenderung sepi. Pergerakan IHSG cenderung tertekan sejak awal sesi perdagangan yang dibuka cukup optimis. Terlihat investor asing mendominasi dengan catatan aksi net buy Rp848,34 miliar yang cukup besar.
Tumbuhnya inflasi hingga melebihi ekspektasi menjadi faktor utama kehati-hatian investor domestik. Di mana inflasi tahunan mulai kembali diatas 4% di level 4,17% dengan ekspektasi awal hanya tumbuh ke level 4% dari level 3,61% periode sebelumnya dan secara bulanan Indonesia mengalami inflasi lebih tinggi dari perkiraan sebelumnnya yakni 0,09% dari deflasi 0,02% pada bulan Maret.
Saham-saham yang masih dapat dicermati diantarnya PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) dan PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) ."Selain itu turunnya indeks komoditas seperti pertanian dan pertambangan menjadi penekan IHSG," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :