Politikus Golkar Bela Jokowi soal Kritikan Jake Van Der Kamp

Rabu, 03 Mei 2017 - 20:36 WIB
Politikus Golkar Bela...
Politikus Golkar Bela Jokowi soal Kritikan Jake Van Der Kamp
A A A
JAKARTA - Kritikan kolumnis keuangan di South China Morning Post (SCMP) Jake Van Der Kamp terhadap klaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia terbaik ketiga dunia ditanggapi Politikus Partai Golkar Misbakhun. Anggota Komisi XI DPR ini mengatakan, perdebatan soal peringkat pertumbuhan ekonomi Indonesia mesti diakhiri.

"Karena yang disampaikan Presiden Jokowi memang benar, benar bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah nomor tiga di dunia,” ujar Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Menurutnya, pernyataan Jokowi adalah untuk membandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan negara-negara anggota BRICS, yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, Turki, dan Afrika Selatan. (Baca: Kolumnis Ekonomi SCMP Kritik Peringkat PDB Jokowi )

Misbakhun menjelaskan, BRICS merupakan kelompok negara emerging market. Faktanya, katanya, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang nomor tiga setelah India dan China.

Misbakhun berpendapat membandingkan perekonomian Indonesia memang harus dengan negara-negara emerging market yang memiliki size dan volume sama. "India dan China merupakan dua negara besar di Asia yang memang pantas diperbandingkan dengan size, volume dan karakter permasalahan ekonominya dengan Indonesia,” tuturnya.

Namun, kata dia, membandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan Laos, Bangladesh, Myanmar, Filipina dan Timor Leste tentu kurang tepat. Sebab, dari sisi size dan volume juga berbeda jauh.

“Karakter dan permasalahan ekonominya berbeda. Yang pantas sebagai perbandingan adalah negara-negara BRICS yang emerging market sehingga perbandingannya akan lebih sepadan akan memberikan penilaian yang lebih objektif dan lebih adil,” imbuhnya.

Maka itu, dia mengatakan, pernyataan Presiden Jokowi di Hong Kong soal pertumbuhan ekonomi Indonesia di peringkat ketiga di dunia harus dimaknai sebagai perbandingan yang adil dan objektif. Jika mau jujur, kata dia, harusnya semua pihak juga bangga dengan posisi Indonesia itu.

“Apalagi pemerintahan Presiden Jokowi saat ini harus menghadapi situasi ekonomi global dan regional yang penuh ketidakpastian,” pungkasnya.

Diketahui, Jake Van Der Kamp, kolumnis keuangan di South China Morning Post (SCMP) menilai klaim Presiden Jokowi bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik ketiga dunia sebagai klaim salah dan tak berdasar. Jake menilai Jokowi mengutip data yang salah.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Dorong Pemulihan Ekonomi,...
Dorong Pemulihan Ekonomi, Presiden Joko Widodo Luncurkan Taksonomi Hijau Indonesia
Di Kongres PMII, Jokowi:...
Di Kongres PMII, Jokowi: Ekonomi Indonesia Tunjukkan Tren Positif
Infrastruktur yang Dibangun...
Infrastruktur yang Dibangun Jokowi Dinilai Bawa Optimisme Ekonomi
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Jokowi Tunjukkan Capaian...
Jokowi Tunjukkan Capaian Pembangunan Infrastruktur Selama 6 Tahun
Berita Terkini
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
13 menit yang lalu
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
13 menit yang lalu
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
36 menit yang lalu
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
1 jam yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
2 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
3 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved