Pemerintah Hanya Subsidi 4,5 Juta Pelanggan 900 VA
Kamis, 04 Mei 2017 - 17:16 WIB
Pemerintah Hanya Subsidi 4,5 Juta Pelanggan 900 VA
A
A
A
JAKARTA - Menteri ESDM Ignasius Jonan menegaskan, pemerintah tidak menaikkan tarif listrik untuk pelanggan golongan 900 VA. Hanya saja, pemerintah memutuskan untuk mencabut subsidi listrik bagi sebagian pelanggan yang dianggap mampu, dan hanya 4,5 juta pelanggan 900 VA yang disubsidi.
Dia menjelaskan, pemerintah dan DPR sepakat sejak tahun lalu untuk tidak lagi menyubsidi pelanggan listrik 900 VA yang dianggap mampu menurut data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Sementara, pelanggan listrik golongan 450 VA tetap disubsidi negara.
"Begini, sebenarnya ini bukan kenaikan, kan kita bagi kelas ya. Kalau kelas rumah tangga‎ 450 VA yaitu sekitar 23 juta pelanggan itu tetap disubsidi negara. Kemudian pelanggan 900 VA, diputuskan bersama oleh DPR dan pemerintah melaui UU APBN itu udah lama diputusin, sejak tahun lalu yang 900 VA dianggap mampu yang datanya tidak ada di TNP2K tidak subsidi lagi," katanya di Graha Sasana Kriya TMII, Jakarta, Kamis (4/5/2017).
Sehingga saat ini, sambung mantan Menhub ini, pelanggan listrik 900 VA yang masih menikmati subsidi hanya sekitar 4,5 juta pelanggan dari jumlah 23 juta pelanggan listrik 900 VA. Sementara untuk 19,2 juta pelanggan lainnya tarif listrik mengikuti harga keekonomian.
"Jadi yang disubsidi masih ada, 900 VA ada 4,5 juta pelanggan. Asalnya berapa 23 juta, jadi ada 19,2 juta pelanggan tidak diberikan karena dianggap mampu. Jadi mengikuti harga yang keekonomian, jadi enggak naik, subsidinya dikurangi," imbuh dia.
Menurutnya, jika ada masyarakat yang protes, Jonan mempersilakan masyarakat untuk mengirimkan surat aduan kepada dirinya. "Kalau misalnya ada protes ternyata yang bersangkutan tidak mampu, silakan kirim surat ke kami," ujar Jonan.
Dia menjelaskan, pemerintah dan DPR sepakat sejak tahun lalu untuk tidak lagi menyubsidi pelanggan listrik 900 VA yang dianggap mampu menurut data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Sementara, pelanggan listrik golongan 450 VA tetap disubsidi negara.
"Begini, sebenarnya ini bukan kenaikan, kan kita bagi kelas ya. Kalau kelas rumah tangga‎ 450 VA yaitu sekitar 23 juta pelanggan itu tetap disubsidi negara. Kemudian pelanggan 900 VA, diputuskan bersama oleh DPR dan pemerintah melaui UU APBN itu udah lama diputusin, sejak tahun lalu yang 900 VA dianggap mampu yang datanya tidak ada di TNP2K tidak subsidi lagi," katanya di Graha Sasana Kriya TMII, Jakarta, Kamis (4/5/2017).
Sehingga saat ini, sambung mantan Menhub ini, pelanggan listrik 900 VA yang masih menikmati subsidi hanya sekitar 4,5 juta pelanggan dari jumlah 23 juta pelanggan listrik 900 VA. Sementara untuk 19,2 juta pelanggan lainnya tarif listrik mengikuti harga keekonomian.
"Jadi yang disubsidi masih ada, 900 VA ada 4,5 juta pelanggan. Asalnya berapa 23 juta, jadi ada 19,2 juta pelanggan tidak diberikan karena dianggap mampu. Jadi mengikuti harga yang keekonomian, jadi enggak naik, subsidinya dikurangi," imbuh dia.
Menurutnya, jika ada masyarakat yang protes, Jonan mempersilakan masyarakat untuk mengirimkan surat aduan kepada dirinya. "Kalau misalnya ada protes ternyata yang bersangkutan tidak mampu, silakan kirim surat ke kami," ujar Jonan.
(izz)
Lihat Juga :