Salah Data Ekonomi Akan Pertaruhkan Kredibilitas Negara

Kamis, 04 Mei 2017 - 20:04 WIB
Salah Data Ekonomi Akan...
Salah Data Ekonomi Akan Pertaruhkan Kredibilitas Negara
A A A
JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan, tim ekonomi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membuat data ekonomi, harus bertanggung jawab atas kekeliruan statemen Jokowi beberapa hari lalu soal pertumbuhan ekonomi Indonesia.

(Baca: Indef: Kurang Pas Membandingkan Ekonomi RI dengan Negara G20 )

Menurutnya, tim ekonomi Jokowi juga harus mendapatkan bahan masukan. "Jadi, ini kritik besar dari kita jangan sampai di forum internasional untuk mengeluarkan statement seperti itu. Kita harus benar-benar jeli jangan sampai ada hal data sangat penting, karena data itu menunjukkan kredibilitas suatu negara," kata dia di kantor Indef, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Menurutnya, India juga pernah mengalami hal serupa ketika mengklaim angka inflasi, bahkan China juga mengalami kredibilitas data soal pertumbuhan ekonomi.

"Jadi, jangan bermain-main dengan data, karena ini meyangkut kredibilitas perekonomian juga. Dan itu betul pasti ada kaitannya dengan dunia internsional terutama pada investor yang mau masuk ke Indonesia. Terus nanti akan mikir dan melihat, bagaimana mungkin saya akan berinvestasi jika kredibilitasnya diragukan," tuturnya.

Berikutnya adalah missintepretasi. Maka, ke depannya jika ingin mengeluarkan sebuah data, baik pertumbuhan ekonomi, industri, maupun kemiskinan, jangan sampai sepotong-potong dan harus dicek lagi oleh tim ekonominya.

"Karena, kalau sudah terlanjut sepotong-potong, kita akhirnya nanti betul, menurunkan kepercayaan kepada investor. Jangan sampai ada blunder-blunder yang sebenarnya tidak perlu, padahal fundamental kita sebenarnya sudah cukup baik ditopang konsumsi rumah tangga," tutur Bhima.

Baca Juga:

Jokowi Jawab Kritikan Ekonom Asing Soal Peringkat Ekonomi RI

Kolumnis Ekonomi SCMP Kritik Peringkat PDB Jokowi
Johan Budi Jelaskan Pernyataan PDB Presiden Jokowi
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
11 menit yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
11 menit yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
24 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
37 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved