BPS Ungkap Penyebab Ekonomi Nusa Tenggara Tumbuh Terendah

Jum'at, 05 Mei 2017 - 14:23 WIB
BPS Ungkap Penyebab...
BPS Ungkap Penyebab Ekonomi Nusa Tenggara Tumbuh Terendah
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi di Bali dan Nusa Tenggara yang sebesar 2,36% tercatat paling rendah se-Indonesia, bahkan Nusa Tenggara Barat (NTB) minus 4,18%. Badan Pusat Statistik (BPS) menuturkan bahwa hal tersebut dikarenakan ekonomi NTB sangat tergantung pada tambang.

Saat ini, perusahaan tambang yang tengah beroperasi di NTB yakni PT Amman Mineral Nusa Tenggara, yang sebelumnya bernama PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

"NTB perekonomiannya sangat tergantung pada tambang. Dulu Newmont sekarang Amman, jadi memang kalau kita lihat, akan terjadi pengaruh di sektor pertambangan. Terjadi penurunan produksi di Freeport dan Amman, itu yang menyebabkan NTB negatif pertumbuhan ekonominya," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Dia memberikan warning, ada beberapa provinsi yang harus berhati-hati untuk menjaga ekonominya lantaran mereka sangat bergantung pada bahan tambang.

"Jadi, ada tiga provinsi yang boleh dibilang agak hati-hati ya karena ketergantungan terhadap tambangnya tinggi, pertama Papua, NTB dan Kalimantan timur. Kalimantan pun sekarang oke. Tapi kalau lihat 2016 Kalimantan Timur itu negatif, jadi masalahnya tambang," imbuhnya.

Ke depan hal tersebut perlu diubah, di mana sebuah provinsi jangan lagi bergantung pada sumber daya alam yang terlalu besar yang bisa dieksploitasi secara besar-besaran. Sektor lain selain tambang juga perlu dilihat untuk kelangsungan perekonomian yang lebih baik.

"Ke depan bagaimana kita bisa menghasilkan nilai tambah di berbagai sektor lain. Karenanya, pemerintah menggarisbawahi ekonomi ke depan adalah ekonomi kreatif, pariwisata dan tidak mengeksploitasi sumber daya alam dan lebih berkelanjutan," tutur dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Kalahkan Jepang dan...
Kalahkan Jepang dan Korsel, Pertumbuhan Ekonomi RI Naik 7,07%
Semua Pulau Alami Kontraksi,...
Semua Pulau Alami Kontraksi, Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara Paling Minus
NTT Genjot Pertumbuhan...
NTT Genjot Pertumbuhan Ekonomi lewat Sektor Pariwisata
Ekonomi RI Tumbuh 7,07%...
Ekonomi RI Tumbuh 7,07% Tertinggi Sejak 2004
Sesuai Ramalan, Ekonomi...
Sesuai Ramalan, Ekonomi RI Kuartal III 2021 Tumbuh 3,51%
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
7 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
8 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
8 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
8 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
8 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
9 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved