Bisnis Perhotelan DIY Masih Jadi Magnet bagi Investor

Selasa, 09 Mei 2017 - 02:11 WIB
Bisnis Perhotelan DIY...
Bisnis Perhotelan DIY Masih Jadi Magnet bagi Investor
A A A
YOGYAKARTA - Bisnis perhotelan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai masih menjadi magnet bagi investor untuk menanamkan modalnya. Alasannya, dibandingkan dengan destinasi wisata utama di Indonesia, Pulau Dewata Bali, iklim bisnis perhotelan di DIY masih lebih baik.

Presiden Direktur PT Sunindo Primaland Hartono Hosea mengatakan, perusahaannya sudah memulai bisnis perhotelan sejak beberapa dekade yang lalu. Dan ketika pertama kali mendirikan hotel, Pulau Bali-lah yang menjadi daerah pertama untuk investasi.

Dia menerangkan karena Pulau Bali merupakan destinasi wisata utama di Tanah Air dan tentunya menjadi surga bagi wisatawan. "Semua wisatawan pasti melihatnya Bali sebagai tempat berlibur pertama kali," ujarnya.

Hanya saja, karena Bali merupakan destinasi utama lantas investor hotel yang lainpun melakukan hal sama dengan apa yang perusahaannya lakukan. Berbagai investor mulai dari Papua hingga Aceh bahkan mancanegara mulai mendirikan hotel di pulau Bali. Akibatnya, jumlah hotel di wilayah tersebut cukup banyak..

Dengan jumlah hotel yang cukup banyak, maka persaingan dunia ini semakin ketat. Tentu hal ini juga berdampak dengan kebijakan yang dilakukan oleh masing-masing hotel. Hal yang terburuk yang sudah terjadi adalah persaingan dalam harga. Perang tarifpun tak terhindarkan lagi meskipun hal tersebut merugikan mereka sendiri.

Belakangan, pariwisata di Yogyakarta mulai menggeliat lagi dan investor perhotelan mulai masuk ke wilayah ini, termasuk Sunindo Primaland. Lebih lanjut, ia mengutarakan perusahaannya menambah dua hotel baru setelah sebelumnya mereka berhasil mengoperasikan satu hotel cukup lama.

Hartono mengungkapkan pihaknya membidik Yogyakarta karena iklim bisnisnya masih terjaga. "Rate di Yogya cukup bagus dibanding dengan Bali," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PHI Group dengan Perhutani...
PHI Group dengan Perhutani Alam Wisata Teken Kerjasama Pengembangan Wisata
Nemuru Hotel Ciputat,...
Nemuru Hotel Ciputat, Destinasi Penginapan Baru di Selatan Jakarta dengan Nuansa Jepang yang Kental
Injak Usia ke-7, Alma...
Injak Usia ke-7, Alma Corp dan The Silk Dago Bandung Jalin Kerja Sama
New Years Eve, Aerotel...
New Years Eve, Aerotel Smile Hotel Usung Street Food Festival
Artotel Group dan Winner...
Artotel Group dan Winner Group Kerja Sama Garap Tiga Proyek Hotel Baru di Batam
Bisnis Perhotelan dan...
Bisnis Perhotelan dan Restoran Berisiko Tingkatkan Kredit Macet
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
27 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
10 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
11 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved