Alasan Malaysia Ingin Gaet Adhi Karya Bangun LRT

Selasa, 09 Mei 2017 - 10:35 WIB
Alasan Malaysia Ingin...
Alasan Malaysia Ingin Gaet Adhi Karya Bangun LRT
A A A
JAKARTA - Kepala Divisi Konstruksi LRT PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) Imannudin Satia mengatakan, pembangunan Laight Rail Transit (LRT) Jakarta akan menjadi yang tercepat di dunia.

Menurutnya, teknologi u-shape yang diadaptasi dari Prancis memberikan keuntungan signifikan, salah satunya kecepatan pembangunan yang mampu dikebut kurang dari empat tahun.

"Dengan teknologi u-shape yang kita pakai, dari segi waktu ini masih akan yang tercepat di dunia nantinya. Kalau ini selesai di awal 2019," kata dia dalam rilisnya, Selasa (9/5/2017).

Teknologi u-shape girder yang digunakan ADHI sebelumnya diusulkan pihak konsultan asal Prancis Systra. Teknologi tersebut merupakan yang pertama kali diterapkan di Indonesia.

Imanuddin menjelaskan, teknologi u-shape girder dianggap lebih cocok diterapkan di Indonesia mengingat keterbatasan lokasi pada lintasan LRT. Pasalnya, teknologi tersebut mampu menyesuaikan lebar beton penopang lintasan lebih kecil dari seharusnya.

Dia menerangkan, beton penopang yang seharusnya memiliki ketebalan 1,7 m, dengan teknologi asal Prancis tersebut bisa disederhanakan menjadi hanya sekitar 24 cm. "Kalau kita gunakan balok u-shape ini yang hanya tebal lantai hanya 24 cm, kalau gunakan balok lebih besar dari 1 meter. Bahkan kemungkinan 1,7 meter itu bedanya jauh sekali dari segi volume dan sebagainya," ujarnya.

Kecepatan pembangunan yang dihasilkan menggunakan teknologi u-shape girder yang dimiliki Adhi Karya ini membuat pihak Malaysia tertarik menggunakan teknologi serupa. Kebetulan, saat ini Pemerintah Malaysia tengah mempersiapkan pembangunan LRT fase 3 di negaranya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLN Optimalkan Limbah...
PLN Optimalkan Limbah Batu Bara Untuk Bangun Infrastruktur di Kalsel
Adhi Karya Cetak Laba...
Adhi Karya Cetak Laba Rp665,04 Miliar di 2019
Adhi Karya Kejar Target...
Adhi Karya Kejar Target Kontrak Baru Rp23 Triliun di 2022
Adhi Karya Sudah Terima...
Adhi Karya Sudah Terima Rp13,3 Triliun untuk Proyek LRT Jabodebek
Adhi Karya Raup Laba...
Adhi Karya Raup Laba Rp 10,23 Miliar di Semester I 2022
Tumbuh 178%, Adhi Persada...
Tumbuh 178%, Adhi Persada Beton Kantongi Kontrak Baru Rp1,54 Triliun
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
43 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved