Pemerintah Segera Bentuk Tim Lawan Resolusi Eropa Soal Sawit

Selasa, 09 Mei 2017 - 11:46 WIB
Pemerintah Segera Bentuk...
Pemerintah Segera Bentuk Tim Lawan Resolusi Eropa Soal Sawit
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian segera membentuk tim untuk melawan resolusi yang dikeluarkan Parlemen Uni Eropa terkait produk sawit. Dalam resolusi tersebut, Parlemen Uni Eropa menganggap sawit sangat erat kaitannya dengan isu pelanggaran HAM, korupsi, pekerja anak, deforestasi, dan penghilangan hak masyarakat adat.

Deputi bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko bidang Perekonomian Musdalifah Mahmud mengungkapkan, Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution telah menyampaikan kepadanya bahwa melawan argumen parlemen Eropa tidak bisa hanya dengan mengeluarkan aksi protes.

Indonesia perlu menyiapkan argumen berdasarkan data kuat, guna membuktikan bahwa produk sawit Indonesia tidak seperti yang dituduhkan. "Pak Menko sudah sampaikan menghadapi resolusi tidak hanya bicara. Tapi harus sampaikan bukti," katanya dalam diskusi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Dia membantah jika sawit disebut sebagai penyebab deforestasi. Menurutnya, sawit justru berkontribusi dalam menyumbangkan oksigen untuk masyarakat dunia.

"Dan karena prinsipnya tanaman itu sudah tua ya jadi harus diganti. Daripada ambruk sendiri. Jadi diganti tanaman yang punya nilai ekonomis. Dan yang paling cocok di negara kita adalah perkebunan," imbuhnya.

Musdalifah juga mengaku heran dengan argumen Parlemen Uni Eropa yang menyebut bahwa sawit sangat erat kaitannya dengan isu-isu kemanusiaan. Padahal, sawit justru memberikan penghidupan bagi jutaan masyarakat di Tanah Air.

"Sawit juga menyediakan sumber energi, kok diprotes. Mana yang lebih baik untuk lingkungan? Tanaman sawit atau pengeboran minyak. Itu enggak masuk akal kalau menolak biodiesel dari kelapa sawit tapi BBM enggak ditolak," tutur dia.

Sebab itu, pihaknya segera mengumpulkan para pakar untuk menyusun argumen melawan Parlemen Uni Eropa tersebut. "Kita ingin bentuk lembaga penelitian yang valid. Pak Menko minta kumpulkan peneliti yang bisa menjawab isu deforetasi dan kesehatan," tandas Musdalifah.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komitmen YIDH Dukung...
Komitmen YIDH Dukung Pelaksanaan Peta Jalan Menuju Sawit Berkelanjutan di Aceh
Sejumlah Masalah yang...
Sejumlah Masalah yang Bikin Pengusaha Sawit dan Masyarakat Tidak Akur
Aspekpir Kolaborasi...
Aspekpir Kolaborasi Buat Film Dokumenter Desa Transmigrasi Sawit
Pengolahan yang Baik...
Pengolahan yang Baik Jadikan Limbah Cair Pabrik Sawit Bernilai Ekonomi Tinggi
Perkebunan Sawit Berkelanjutan...
Perkebunan Sawit Berkelanjutan Tumbuhkan Ekonomi Desa Terpencil
Wujudkan Perkebunan...
Wujudkan Perkebunan Berkelanjutan, SPKS Dorong Kemitraan Usaha dengan Petani
Berita Terkini
BCA Buka Pendaftaran...
BCA Buka Pendaftaran Beasiswa PPBP dan PPTI Tahun Ajaran 2027
10 menit yang lalu
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
34 menit yang lalu
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
1 jam yang lalu
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
1 jam yang lalu
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
1 jam yang lalu
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
2 jam yang lalu
Infografis
Lawan AS, Desak Eropa...
Lawan AS, Desak Eropa Ganti Jet Tempur Siluman F-35 dengan Rafale
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved