Penerapan Ganjil-Genap di Tol Belum Satu Suara

Selasa, 09 Mei 2017 - 18:45 WIB
Penerapan Ganjil-Genap...
Penerapan Ganjil-Genap di Tol Belum Satu Suara
A A A
JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Ansyah mengaku hingga saat ini pemerintah belum satu suara mengenai rencana penerapan sistem ganjil-genap di ruas tol saat musim mudik Lebaran tahun ini. Menurutnya, rencana tersebut akan diputuskan pada akhir Mei 2017.

Menurutnya, penerapan ganjil-genap di tol saat musim mudik sangatlah efektif untuk mengurai kemacetan. Apalagi, Dirjen Bina Marga Kemenhub juga telah mempredikis jumlah kendaraan yang kiranya akan melintasi tol nanti.

(Baca: Pemerintah Bersiap Terapkan Ganjil-Genap di Tol Saat Mudik )

"Efektif. Karena dari Bina Marga juga sangat memprediksi jumlah kendaraan yang akan beroperasi. Karena yang namanya kendaraan pribadi di arus mudik itu tidak akan berkurang. Orang setiap punya mobil pasti akan gunakan pada saat mudik. Itu salah satu faktor status sosial. Dia ingin membuktikan dong," katanya di Kantor Kemenko bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Dia menuturkan, meski kapasitas transportasi laut, udara, ataupun kereta api ditambah namun pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi pasti akan mengalami peningkatan. Karena itu, perlu diatur jam beroperasinya sehingga tidak terlalu padat.

"Jadi walaupun ditambah laut, kereta, kalau saya lewat Dirjen Bina Marga memprediksi tetap akan ada penambahan kendaraan pribadi. Itu betul-betul tidak akan tertampung kalau tidak diatur jam beriperasinya. Bukan membatasi ya. Waktunya diatur," tuturnya.

(Baca: Cegah Tragedi Brexit, Luhut Minta Persiapan Kemenhub Lebih Matang )

Namun, Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto menganggap sistem ganjil-genap tidak perlu diterapkan di tol. Salah satu yang menjadi perdebatan, yaitu terkait dasar hukum penerapan aturan tersebut.

"Saya juga kurang ngerti ya. Karena masih ada perdebatan terkait masalah dasar hukumnya. Walaupun kalau menurut saya bisa saja dibuat. Karena ada beberapa tambahan dari laut, udara, KA, diperkirakan tadi dari Dirjen Perhubungan Darat tidak perlu lagi ada ganjil genap. Tapi menurut saya sih perlu. Kalau menurut saya," tutur Andri.

Sejatinya, jika seluruh pihak telah sepakat sistem tersebut diterapkan maka pemerintah bisa langsung menyosialisasikannya kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat yang akan mudik juga bisa mempersiapkannya dengan matang.

"Ya sebenarnya harusnya diputusin saat ini. Sehingga kita punya persiapan untuk melakukan sosialisasi, tapi arahan pak menteri diputuskan tanggal segitu, mau diapain lagi," tutur dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Membenahi Tata Kelola...
Membenahi Tata Kelola Angkutan Wisata Jelang Mudik Lebaran
Kampanye Angkutan Umum,...
Kampanye Angkutan Umum, Pemerintah Gandeng Operator dan Ahli Transportasi
PT DLU Terima Penghargaan...
PT DLU Terima Penghargaan Angkutan Lebaran dari Kemenhub
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
4 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
5 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
6 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
7 jam yang lalu
Infografis
Jadwal dan Rute Ganjil...
Jadwal dan Rute Ganjil Genap di Jakarta 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved