Industri 4.0 Dukung Ekonomi Digital Indonesia

Sabtu, 13 Mei 2017 - 01:12 WIB
Industri 4.0 Dukung...
Industri 4.0 Dukung Ekonomi Digital Indonesia
A A A
JAKARTA - Pengembangan sektor manufaktur dengan platform digital menjadi penting seiring kemajuan teknologi terkini dan berjalannnya era Industri 4.0. Apalagi, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2020.

“Kebijakan industri yang tepat merupakan kunci kesuksesan bagi pembangunan ekonomi suatu negara. Karenanya, kami fokus memformulasikan dan terus berupaya menciptakan langkah srategis untuk menghadapi tantangan dan peluang saat ini,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di sela agendannya menghadiri World Economic Forum on ASEAN 2017 di Phnom Penh, Kamboja.

Menurutnya, Kementerian Perindustrian telah melakukan beberapa kegiatan terpadu. Antara lain menyelenggarakan konferensi dan simposium terkait Industri 4.0, membangun program e-smart IKM, berkolaborasi dengan negara-negara lain untuk menyiapkan Industry 4.0 di Indonesia, dan menyusun peta jalan untuk mengimplementasikan Industri 4.0.

“Industri 4.0 akan mengubah bisnis tradisional ke arah digitalisasi. Ini tidak bisa dihindari lagi, karena sudah berjalan,” katanya.

Industri 4.0 dijelaskannya adalah kombinasi dari beberapa inovasi penting di teknologi digital seperti Big Data, Autonomous Robots, Internet of Things, Cybersecurity, Cloud, dan Augmented Reality. Untuk membahas lebih dalam mengenai ekonomi digital dan pelaksanaan Industri 4.0, Airlangga melakukan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan yang turut hadir dalam WEF ASEAN 2017.

"Upaya ini sekaligus menguatkan konektivitas antara negara-negara di Asia Tenggara," tuturnya.

Misalnya, lanjut dia, diskusi dengan Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura Janil Puthucheary, terkait rencana pengembangan platform digital bagi indutri kecil dan menengah serta penguatan infrastruktur teknologi modern bagi industri di kedua negara. Selanjutnya, pertemuan dengan Vice President and the Head of Shire South East Asia, Linda Seah, yang membahas mengenai rencana ekspansi bisnis dari perusahaan farmasi asal Inggris ini termasuk akan mengembangkan pusat inovasi di Indonesia.

“Kami juga melakukan meeting dengan Zafrul Hashim selaku Regional Vice President GRAB untuk membicarakan program Business Process Outsourcing dan program Social Impact untuk penguatan Santripreneur bagi pondok pesantren di Indonesia,” pungkas Airlangga.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
44 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
58 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved