Penjualan Ritel AS Masih Mencoba Bertahan

Sabtu, 13 Mei 2017 - 16:13 WIB
Penjualan Ritel AS Masih...
Penjualan Ritel AS Masih Mencoba Bertahan
A A A
NEW YORK - Penjualan ritel Amerika Serikat (AS) naik sebesar 4,5% pada bulan April, kondisi ini lebih baik dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Meski begitu jaringan pertokoan masih harus terus berjuang di tengah kehadiran maraknya toko online.

Seperti dilansir BBC, Sabtu (13/5/2017) beberapa peritel seperti J.C. Penney masih mengalami tekanan saat penjualan mereka jatuh sebesar 3,5% sepanjang kuartal pertama tahun ini, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Awal pekan peritel saingan mereka termasuk Macy's dan Nordstrom, juga melaporkan penurunan penjualan.

Sementara itu Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa aktivitas belanja online meroket pada bulan April dengan peningkatan sebesar 11,9% year-on-year. "Ini adalah pertumbuhan yang terjadi di hampir seluruh wilayah," ucap Ketua sebuah perusahaan konsultan ritel Davidowitz & Associates Howard Davidowitz di New York.

Penjualan pengecer berkontribusi 10,8% dari total sektor makanan AS serta penjualan ritel pada bulan April seperti yang diumumkan Departemen Perdagangan akhir pekan kemarin. Pertumbuhan tahunan sektor ini berada pada posisi 10% selama 12 beruntun.

Namun penjualan department store AS di April menyusut 3,7% year-on-year, untuk menjadi penurunan dalam dua tahun terakhir menurut Departemen Perdagangan. Disebutkan penjualan barang-barang olahraga, hobi, musik dan toko buku ambruk sebesar 2,4%.

JC Penney, yang memiliki lebih dari 1.000 kantor cabang di seluruh AS, melaporkan penjualan bersih mencapai USD2,7 miliar dalam tiga bulan dan di akhir April, kejatuhan 3,7%. Perusahaan mengumumkan kerugian bersih sebesar USD180 juta, atau dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang terimbas terhadap rencana penutupan lebih dari 100 toko.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Aliran Modal Keluar...
Aliran Modal Keluar Terbesar dalam 40 Tahun, Bank-bank AS Kehilangan Rp7.003 Triliun
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
58 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved