PP Gambut Ancam Perekonomian Kabupaten Meranti, Bupati Minta Presiden Bersikap

Selasa, 16 Mei 2017 - 22:31 WIB
PP Gambut Ancam Perekonomian...
PP Gambut Ancam Perekonomian Kabupaten Meranti, Bupati Minta Presiden Bersikap
A A A
PEKANBARU - Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut banyak menuai perlawanan karena berimbas ke berbagai sektor. Bupati Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Irwan Nasir menolak keras atas kebijakan pemerintah itu.

Bupati Meranti mengatakan, bahwa jika PP Nomor 57 Tahun 2016 diterapkan maka nasib ratusan ribu warganya yang selama ini bergantung di areal gambut akan terganggu.

"Jika semua lahan gambut difungsikan kembali menjadi kawasan hutan, bagaimana nasib warga saya. Perekonomian warga saya tentu terancam," ucap Irwan Nasir, Selasa (16/5/2016).

Hal itu disampaikan Irwan Nasir saat mengikuti kegiatan kominten belasan desa di Riau mencegah kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pelalawan. Kegiatan ini dihadiri Kepala BNPB, Willem Rampangilei.

Dia menjelaskan, bahwa Kepulauan Meranti merupakan wilayah hampir 100% ada di areal gambut. Baik warga, pihak perusahaan dan pihak lainnya selama ini bergantung di areal gambut. Untuk itu dia minta PP Gambut ditinjau ulang.

"Saya minta kepada Kepala BNPB untuk menyampaikan keberatan warga kami atas PP Gambut ke Presiden Joko Widodo. PP Gambut tersebut berdampak luas," tukasnya.

Terkait permintaan tersebut, Kepala BNPB, Willem Rampangilei mengatakan akan melakukan koordinasi dengan kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan."Saya nanti juga akan sampaikan kepada Kepala Negara tentang keluhan warga," ucapnya.

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau, menyatakan bahwa PP 57 tentang gambut juga telah berimbas pada PHK massal. Ini karena banyak sektor usaha di Riau selama ini berada di areal gambut. Hingga akhir 2017, sebanyak 4.000 pekerja dirumahkan. Terkait permasalahan PP Gambut dan nasib ribuan karyawan, pihak APHI juga sudah melayangkan surat ke Presiden Jokowi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Jokowi Desak Kementerian...
Jokowi Desak Kementerian dan Pemda Pangkas Belanja Tak Prioritas
UGM Tegaskan Jokowi...
UGM Tegaskan Jokowi Kuliah di Fakultas Kehutanan, Lulus 1985
Bareskrim: Benar Bapak...
Bareskrim: Benar Bapak Insinyur Joko Widodo Kuliah di Fakultas Kehutanan UGM
Hadiri Reuni Fakultas...
Hadiri Reuni Fakultas Kehutanan UGM, Jokowi Beri Sambutan 10 Menit
5 Fakta Jokowi Hadiri...
5 Fakta Jokowi Hadiri Reuni Fakultas Kehutanan UGM, Curhat soal Ijazah di Hadapan Alumni
Berita Terkini
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
56 menit yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
1 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
1 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
1 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
2 jam yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
2 jam yang lalu
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved