Chandra Asri Bukukan Laba Bersih USD107,8 Juta

Rabu, 17 Mei 2017 - 20:04 WIB
Chandra Asri Bukukan...
Chandra Asri Bukukan Laba Bersih USD107,8 Juta
A A A
JAKARTA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (kode emiten: TPIA) membukukan kinerja positif pada kuartal I 2017. Pada periode tersebut, laba bersih perseroan mencapai USD107,8 juta atau naik 181% year on year (yoy) dari USD38,4 juta.

Presiden Direktur Chandra Asri, Erwin Ciputra mengungkapkan, perbaikan kinerja tersebut disebabkan oleh margin petrokimia yang baik dan volume yang lebih tinggi dari ekspansi cracker ethylene. Pendapatan bersih mencapai USD632,7 juta, meningkat 77% dibandingkan dengan USD358,2 juta pada kuartal I 2016.

"Sebagian besar disebabkan kenaikan volume penjualan sebesar 37% menjadi 554KT dari 405KT pada kuartal pertama 2016. Ditambah dengan marjin laba kotor yang lebih tinggi sebesar 28% dibandingkan dengan 17% pada kuartal pertama 2016, terutama dari marjin kuat yang dihasilkandari produk-produk Olefins dan Butadiene," katanya seperti dalam rilis di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Dibanding dengan kuartal I 2016, kata dia, laba kotor meningkat hampir tiga kali lipat atau 185% menjadi USD176,3 juta dari USD61,9 juta dan laba bersih menjadi USD107,8 juta, meningkat 181% dari USD38,4 juta.

Selain itu, perseroan memiliki sejumlah rencana ekspansi yang sedang dieksekusi dan dalam perencanaan, seperti peningkatan kapasitas pabrik Butadiene sebesar 37% menjadi 137 KTA, debottlenecking pabrik Polypropylene menjadi 560 KTA dari 480 KTA, rencana pembangunan pabrik Polyethylene baru dengan kapasitas sebesar 400 KTA, dan studi kelayakan kompleks petrokimia terintegrasi kedua di Indonesia.

Hasil kinerja yang cemerlang ini menegaskan kembali strategi perseroan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan diversifikasi portofolio produk perseroan untuk memberikan nilai lebih tinggi kepada para pemangku kepentingan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri petrokimia di Indonesia.

"Industri petrokimia pada dasarnya bersifat siklikal dan untuk sepanjang tahun 2017 yang tersisa, perseroan akan fokus untuk mempertahankan utilisasi pabrik yang tinggi, menjalankan operasi yang aman dan mengoptimalisasi portofolio produk perseroan," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Chandra Asri dan Glencore...
Chandra Asri dan Glencore Resmi Kuasai Kilang Shell Singapura Senilai Rp4,2 Triliun
DBS Gelontorkan Pembiayaan...
DBS Gelontorkan Pembiayaan Rp2,9 Triliun ke Chandra Asri
Danantara dan INA Bidik...
Danantara dan INA Bidik Proyek Milik Chandra Asri Senilai Rp13 Triliun
Ini Catatan Kinerja...
Ini Catatan Kinerja Chandra Asri Sepanjang Kuartal III-2023
Dipecat dari Kadin,...
Dipecat dari Kadin, Ini Tiga Tersangka yang Lakukan Pemalakan di Cirebon
Chandra Asri Raih Fasilitas...
Chandra Asri Raih Fasilitas Balloon Payment Rp3,5 Triliun dari BNI
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved