Wall Street Tumbang Saat Harapan Investor ke Trump Memudar

Kamis, 18 Mei 2017 - 08:34 WIB
Wall Street Tumbang...
Wall Street Tumbang Saat Harapan Investor ke Trump Memudar
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir anjlok, ketika indeks S&P 500 dan Dow Jones berjatuhan ke posisi terburuk sejak 9 September. Hal ini seiring memudarnya harapan investor kepada Presiden Donald Trump untuk mewujudkan pemotongan pajak dan kebijakan pro-bisnis lainnya.

Keraguan mulai muncul setelah Trump dinilai mengganggu investigasi federal yang berimbas kepada suhu politik hingga pergerakan bursa saham AS. Sebelumnya mantan Direktur FBI James Comey mengatakan dalam sebuah memo bahwa Trump telah memintanya untuk mengakhiri penyelidikan terhadap mantan penasehat keamanan nasional Michael Flynn's terkait hubungannya dengan Rusia.

Kekhawatiran mulai muncul di kalangan investor saat kegaduhan di Gedung Putih terjadi, usai Trump secara mendadak memecat Comey. Serta kabarnya Trump telah membocorkan informasi rahasia kepada Menteri Luar Negeri Rusia tentang operasi yang telah direncanakan kepada Negara-negara muslim.

Dalam perkembangannya pelaku pasar mulai meragukan intensif Trump akan mampu menindaklanjuti janjinya untuk melakukan pemangkasan pajak, deregulasi dan stimulus fiskal. Janji tersebut sebelumnya telah mendorong Wall Street mencetak rekor pasca pemilu presiden.

Penjualan yang menjadi salah satu perdagangan tersibuk dalam satu bulan terakhir dan tiga indeks utama berakhir mendekati sesi terendah. "Kami telah melihat agenda Trump tergelincir dan mencoba untuk kembali ke jalurnya beberapa kali," ujar Kepala Strategi JonesTrading Michael O'Rourke.

Tercatat Dow Jones dan S & P 500 jatuh di bawah 50 hari rata-rata untuk pertama kalinya sejak akhir April. S & P memulai sesi 0,74% lebih rendah, dan mencetak kesenjangan terbesar sejak 30 Maret 2009, ketika dibuka perdagangan dengan naik hanya 0,84%.

Dow Jones Industrial Average (DJI) pada perdagangan kemarin waktu setempat jatuh 372,82 poin, atau 1,78% ke level 20.606,93 dan S & P 500 kehilangan 43,64 poin atau setara 1,82% menjadi 2.357,03. Sementara komposit Nasdaq turun 158,63 poin atau 2,57% ke posisi 6.011,24.

Nasdaq mengalami kehilangan terbesar dalam satu hari sejak 24 Juni saat Inggris memilih keluar dari Uni Eropa. Sektor keuangan berakhir menyusut 3%, sementra sektor teknologi turun 2,8%. Perbankan sub-sektor S&P juga melemah sebesar 4% dipimpin penurunan 5,9% saham Bank of America (BAC. N) dan saham JP Morgan (JPM. N) kehilangan 3,8%.

Sembilan dari 11 sektor utama S & P 500 mengalami penyusutan, hanya utilitas yang mengalami penguatan sendirian. Sekitar 8,37 miliar saham diperdagangkan pada bursa saham AS untuk menjadi hari paling sibuk sejak 21 Maret dibandingkan dengan rata-rata harian 6,9 miliar dalam 20 sesi perdagangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
6 menit yang lalu
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
1 jam yang lalu
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
2 jam yang lalu
Menilik Strategi Eksportir...
Menilik Strategi Eksportir Kelapa Bulat Bertahan di Tengah Ketatnya Pasar Global
2 jam yang lalu
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
2 jam yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
3 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved