Perjanjian Dagang Trans Pasifik Tetap Lanjut Tanpa Trump

Selasa, 23 Mei 2017 - 10:29 WIB
Perjanjian Dagang Trans...
Perjanjian Dagang Trans Pasifik Tetap Lanjut Tanpa Trump
A A A
HANOI - Menteri-menteri perdagangan Asia-Pasifik telah sepakat untuk meneruskan perjanjian perdagangan Kemitraan Trans Pasifik (TPP), meskipun tanpa Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donal Trump menyatakan mundur. Trump memutuskan hengkang dari perjanjian 12 negara tersebut pada awal Januari lalu, dengan alasan melindungi pekerja Amerika.

Seperti dilansir BBC, pertemuan di Vietnam antara menteri-menteri perdagangan berkomitmen untuk mendapatkan kesepakatan dan kembali ke jalur. Selain itu para perwakilan negara-negara yang tergabung dalam TPP juga menyatakan siap mendukung AS untuk memperbaharui kesepakatan setiap saat. Tawaran untuk menghidupkan kembali TPP yang akan mencakup 40% dari ekonomi global dipimpin oleh Menteri perdagangan dari Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

Menteri Perdagangan Selandia Baru Todd McClay mengatakan dari negara tersisa yang berjumlah 11 masih berminat dengan TPP serta membuka diri atas kemungkinan negara-negara lain ikut bergabung dengan syarat mereka memenuhi standar tinggi tenaga kerja dan proteksi lingkungan sebagai mana dituntut kemitraan. Bahkan mereka masih mendorong AS untuk kembali masuk, meski telah mundur dari kesepakatan perdagangan bebas bilateral itu.

Sejak AS mundur, Jepang dan Selandia Baru terus berusaha menghidupkan kembali kesepakatan itu. Dalam formatnya terakhirnya, TPP menuntut partisipasi AS sebelum mulai diberlakukan. Sementara meskipun pintu tetap terbuka bagi AS untuk bergabung dalah pakta tersebut, perwakilan dagang Robert Lighthizer mengatakan ia tidak akan kembali ke TPP.

"Amerika Serikat telah menarik keluar dari TPP dan tidak mungkin mengubah keputusan tersebut. Presiden (Donald Trump) sudah menbuat keputusan dan saya pasti setuju dengan negosiasi bilateral yang lebih baik bagi Amerika Serikat daripada negosiasi multilateral," tegasnya.

11 Negara tersisa yang mendorong kesepakatan TPP tetap berlangsung adalah Jepang, Kanada, Australia, Selandia Baru, Singapura, Mexico, Peru, Chile, Vietnam, Malaysia dan Brunei. Mundurnya AS, telah memaksa negara-negara yang masih terlibat untuk mengubah peraturan bagi setiap kesepakatan perdagangan, dan ukurannya akan jauh lebih kecil karena tanpa keterlibatan ekonomi terbesar di dunia. Tercatat jumlah ini hanya mewakili 13,5% ekonomi dunia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bersama Jo Hyundai,...
Bersama Jo Hyundai, Rekind Lolos Tender Proyek TPPI Olefin Complex
Proses Lelang Kilang...
Proses Lelang Kilang Olefin Siap Ditelusuri Oleh BPK
CERI Soroti Kompetensi...
CERI Soroti Kompetensi Bidder Proyek Olefin TPPI di Tuban
Pak Ahok, Ada yang Minta...
Pak Ahok, Ada yang Minta Tolong Usut Kejanggalan Tender Kilang Olefin Nih
Proyek Olefin TPPI Punya...
Proyek Olefin TPPI Punya Dampak Ekonomi Besar, Bikin Sehat Neraca Dagang
Mencari Partnership...
Mencari Partnership Proyek Bandara
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved