Saham Industri Pertahanan Meroket Usai Kesepakatan Amerika-Saudi

Selasa, 23 Mei 2017 - 17:12 WIB
Saham Industri Pertahanan...
Saham Industri Pertahanan Meroket Usai Kesepakatan Amerika-Saudi
A A A
NEW YORK - Saham-saham industri pertahanan Amerika Serikat melonjak ke posisi tertinggi, setelah Presiden Donald Trump meneken kesepakatan penjualan senjata USD110 miliar atau setara Rp1.462 triliun dengan Arab Saudi (estimasi kurs Rp13.291/USD).

Kesepakatan sebesar USD110 miliar itu, merupakan bagian dari peremajaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Arab Saudi, dimana Trump dan Raja Salman berencana membeli senjata dengan total nilai USD350 miliar atau Rp4.651 triliun dalam jangka waktu 10 tahun.

Melansir dari CNBC, Selasa (23/5/2017), kesepakatan pembelian sebesar USD110 miliar membuat saham-saham industri pertahanan AS ditutup melambung lebih dari 2%. Saham General Dynamics (GD) ditutup menguat 3,88%, Raytheon dan Northrop Grumman (NOC) melonjak hingga 3,50%.

Sementara itu, saham Aerospace & Defence ETF (ITA) ditutup bertambah 3,29% dan Lockheed Martin, perusahaan produsen pesawat tempur, berakhir dengan naik 2,86%.

Analisis CNBC yang menggunakan Kensho, mengatakan kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi sejak Agustus 2009. Ketika itu, Amerika Serikat juga melakukan kesepakatan 40 transaksi senjata dengan Arab Saudi.

Analis saham dari Cowen, Cai von Rumohr menulis bahwa tren kenaikan saham industri pertahanan AS bisa terus berlanjut hingga 2019 mendatang. Pasalnya pembelian senjata USD350 miliar memiliki durasi yang panjang.

“Mengingat periode yang panjang dalam pembelian kontrak senjata, kami memperkirakan saham industri pertahanan justru akan mengambil keuntungan pada 2018 dan lebih banyak lagi di 2019. Ini seiring dengan realisasi dan pengiriman,” ujar Rumohr.

Produsen pesawat tempur Lockheed Martin disebut-sebut mengambil keuntungan paling besar dengan penjualan jet tempur. Selanjutnya adalah Raytheon yang memproduksi beragam peluru kendali.

“Lockheed akan menjadi pemenang dalam pembelian tersebut, setelah itu Raytheon dengan rudal patriot mereka,” lanjut Rumohr.

Kesepakatan Trump dengan Kerajaan Saudi ini akan memperkokoh aliansi kedua negara yang sudah terjalin selama berpuluh-puluh tahun. Lockheed Martin mengatakan kesepakatan pembelian alat utama sistem persenjataan itu sebagai bagian dari Visi Arab Saudi 2030.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Trump Ingin Arab Saudi...
Trump Ingin Arab Saudi Tanam Duit Lebih Banyak di AS, Bidik Investasi Rp16.600 Triliun
Donald Trump Kunjungi...
Donald Trump Kunjungi Arab Saudi, Perkuat Kerjasama Ekonomi dan Keamanan
Kisah Raja Faisal Arab...
Kisah Raja Faisal Arab Saudi Lakukan Embargo Minyak yang Cekik Ekonomi AS karena Amerika Pro-Israel
Pakar: Ekonomi Jatuh,...
Pakar: Ekonomi Jatuh, Era Arab Saudi Berduit Berakhir
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Arab Saudi
Kisah Raja Faisal Arab...
Kisah Raja Faisal Arab Saudi Cekik Ekonomi AS dengan Embargo Minyak karena Amerika Pro-Israel
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
39 menit yang lalu
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
2 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
3 jam yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
4 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
4 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
5 jam yang lalu
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved