Rupiah Bangkit Menguat Pasca Teror Bom Iringi Lonjakan Yuan

Jum'at, 26 Mei 2017 - 10:26 WIB
Rupiah Bangkit Menguat...
Rupiah Bangkit Menguat Pasca Teror Bom Iringi Lonjakan Yuan
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pembukaan perdagangan akhir pekan hari ini berbalik menguat, setelah sebelumnya merosot cukup dalam. Rupiah bangkit, ketika menjelang libur tengah pekan kemarin telah terjadi teror bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur yang menewaskan tiga orang dan membuat puluhan orang terluka.

Posisi rupiah pagi ini menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, dibuka kokoh di zona hijau pada level Rp13.295/USD. Posisi ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya yang berada di level Rp13.316/USD.

Rupiah juga mencetak hasil positif pagi ini berdasarkan data Bloomberg yang dibuka pada posisi Rp13.308/USD atau sedikit membaik dari penutupan tengah pekan kemarin di level Rp13.311/USD. Tercatat pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran level Rp13.286-Rp13.308/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance di awal perdagangan, rupiah menguat menjadi Rp13.305/USD atau membaik dari sebelumnya di level Rp13.309/USD. Rupiah hari ini berada pada kisaran Rp13.279-Rp13.307/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga turut melesat menuju level Rp13.295/USD. Rupiah terlihat kokoh dengan penguatan 35 poin dari sebelumnya di level Rp13.330/USD.

Sementara seperti dilansir Reuters, Jumat (26/5/2017) penguatan rupiah mengiringi Yuan China yang memperluas keuntungan terhadap USD, untuk berada pada level terkuat dalam lebih dari tiga bulan. Bank of China mengatur titik tengah pada posisi 6.8698 per dolar sebelum pasar terbuka, lebih baik dari sebelumnya 6.8695.

Yuan di pasar keuangan tercatat menguat menjadi 6.8605 per dolar, atau meningkat terbaik sejak 16 Februari. Sedangkan pada pukul 01.45 GMT, Yuan diperdagangkan pada posisi 6.8530, membaik dari sesi sebelumnya.

Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnua, terakhir diperdagangkan pada posisi 97.307. Pada awal pekan kemarin, indeks USD telah menyentuh level terendah 96.797, sejak Nov. 9. Selama seminggu, indeks dolar menempel keuntungan sekitar 0,2%.

Melawan yen, USD berkurang 0,1 persen ketika Yen Jepang menjadi 111.74, meski masih di bawah posisi tertinggi satu pekan menjadi 112.13 pada tengah pekan kemarin. Sedangkan euro sedikit mereda usai tergelincir 0,1% menjadi 1.1199 terhadap USD.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
33 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
5 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
6 Fakta Buster GBU-57,...
6 Fakta Buster GBU-57, Bom Bunker AS yang Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved