BPTJ Luncurkan Aplikasi Moovit untuk Pengguna Angkutan Umum

Jum'at, 26 Mei 2017 - 15:49 WIB
BPTJ Luncurkan Aplikasi...
BPTJ Luncurkan Aplikasi Moovit untuk Pengguna Angkutan Umum
A A A
JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memperkenalkan aplikasi angkutan umum bernama Moovit untuk mempermudah masyarakat yang akan menggunakan angkutan umum. Hal ini demi menggiring masyarakat pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan kendaraan umum.

(Baca: Layani Perjalanan Hotel-Bandara, Ini Tarif dan Rute Bus JAConnexion )

Kepala BPTJ Elly Adrian Sinaga mengatakan, aplikasi Moovit sedianya telah digunakan beberapa negara di dunia. Setidaknya, aplikasi ini telah digunakan sekitar 60 juta pengguna di seluruh dunia di 1.200 kota pada 72 negara.

Aplikasi ini juga telah menggunakan 47 bahasa dan 120 ribu komunitas lokal. "Aplikasi angkutan umum disebut Moovit. Ini sudah dipakai dibanyak negara. Aplikasi khusus angkutan umum yang diproduksi di Silicon Valley, kita kerja sama," ujar dia di Kantor BPTJ, Jakarta, Jumat (26/5/2017).

Aplikasi ini, sambung dia, akan memudahkan penggunanya untuk memperoleh informasi mengenai pilihan rute, posisi armada, waktu kedatangan, waktu tempuh, jenis moda dan titik transit. ‎"Kalau sudah upload aplikasi, nanti tinggal masukan dari mana kemudian mau ke mana. Maka akan keluar pilihan angkutan umumnya," imbuhnya.

Dia menjabarkan, aplikasi ini memiliki beberapa fitur di antaranya Live Directions yang akan memandu pengguna naik transportasi umum secara detail, Gett off Alert untuk mengingatkan pengguna untuk turun di tujuan yang telah ditentukan.

Kemudian fitur Nearby Stations yang memudahkan pengguna untuk melihat halte atau stasiun terdekat dan melihat waktu kedatangan bus atau kereta. Fitur Lines, di mana pengguna bisa memasukkan rute favorit dan melihat rute transportasi umum yang ada di kota tersebut.

Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan aplikasi terintegrasi ini untuk melaporkan jika ada kejadian di lokasi melalui fitur Reports. Fitur ini akan menjadi pedoman bagi pengguna lain untuk mengetahui kejadian yang mungkin terjadi di jalan raya.

Pengguna juga bisa melaporkan tentang kepadatan penumpang di dalam angkutan, tingkat kebersihan, temperatur, perilaku pengemudi dan lain-lain. Menurutnya, Moovit telah mengakomodir sejumlah angkutan umum yang ada seperti angkot, KCJ, TransJakarta, bus Damri Bandara, termasuk angkutan permukiman JRConnexion dan angkutan bandara JAConnexion.

"Rencananya semua angkutan umum akan dimasukkan ke Moovit, dai JAConnexion sampai ke angkot dimasukkan sehingga jadi pilihan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dihantam Travel Bodong,...
Dihantam Travel Bodong, Pengusaha Angkutan Umum Berteriak
Kurangi Kepadatan Penumpang,...
Kurangi Kepadatan Penumpang, Angkutan Umum Harus Ditambah
Angkutan Umum Bodong...
Angkutan Umum Bodong Marak? Ya karena Memang Dibutuhkan
Capek Antre Tiket Bus?...
Capek Antre Tiket Bus? Platform Ini Ubah Perjalananmu Jadi Lebih Asyik dan Hemat
2029, Pemerintah Targetkan...
2029, Pemerintah Targetkan Jumlah Pergerakan dengan Angkutan Umum Capai 60%
Integrasi Moda Angkutan...
Integrasi Moda Angkutan dan Tiket akan Dorong Pengguna Transportasi Umum
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
7 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
7 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
8 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
9 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
9 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved