Rizal Ramli Sebut Kewenangan OJK Lebihi Bank Indonesia

Rabu, 31 Mei 2017 - 18:44 WIB
Rizal Ramli Sebut Kewenangan...
Rizal Ramli Sebut Kewenangan OJK Lebihi Bank Indonesia
A A A
JAKARTA - Ekonom Rizal Ramli memandang bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini bak lembaga super power, yang bahkan kekuatannya mencoba mengalahkan kekuatan dari Bank Indonesia (BI).

Menurut mantan Menko Kemaritiman ini, OJK yang sebelumnya hanya menangani sektor industri keuangan dan industri keuangan non bank (IKNB), kini merambah juga ke sektor pasar modal.

Dia mengisahkan, ide pembentukan OJK muncul sebelum krisis ekonomi 1998 melanda Indonesia. Kala itu, kata Rizal, belum ada otoritas yang memiliki kewenangan melakukan pembatasan terhadap aksi konglomerasi yang dilakukan oleh industri keuangan.

"Dulu tidak ada pembatasan yang tegas untuk konglomerasi lembaga keuangan di Indonesia," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Menurutnya, BI sebagai lembaga satu-satunya yang mengawasi industri keuangan kewalahan untuk melakukan audit terhadap aset-aset busuk di perbankan. Sebab, sebelum BI melakukan audit mereka langsung memindahkan asetnya tersebut ke industri jasa keuangan lain seperti asuransi atau IKNB, baru setelah diaudit aset tersebut dikembalikan lagi.

"Nanti setelah BI selesai audit, baru dikembalikan asetnya. Jadi, laporan keuangannya rapi saat diaudit BI. Jadi dari segi regulator, BI saat itu tidak bisa melihat risiko yang ada di lembaga seperti itu. Jadi kalau ada dana nasabah, sekitar 70% digunakan untuk konglomerasi modal perusahaannya," imbuh dia.

Oleh sebab itu, pemerintah berpikir untuk membentuk satu lembaga baru yang dapat mengawasi sistem perbankan tersebut. Maka kemudian dibentuklah OJK yang membuat sistem perbankan bisa termonitor dengan cepat. "Dan biaya penyelamatan bank saat itu (saat krisis) paling mahal," tuturnya.

Namun demikian, kata sambung mantan Kepala Bulog ini, OJK kala itu dikonsepkan hanya untuk menjadi lembaga yang menangani industri perbankan, IKNB, dan asuransi. Dia pun heran, kini OJK bak lembaga super power yang juga menangani sektor pasar modal.

"Sekarang pasar modal juga di bawah OJK, ini jadi lembaga yang super power, lebih super daripada BI. Khususnya bankir, mereka lebih segan kepada OJK. Mungkin di masa depan, kita harus pertimbangkan apakah masih tepat kalau pasar modal ada di bawah OJK juga. Karena ini jadi super power," tandas Rizal.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK-BI Lanjutkan Sinergi...
OJK-BI Lanjutkan Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Sulsel
OJK Beberkan Kelemahan...
OJK Beberkan Kelemahan yang Menghambat Pertumbuhan Bank Syariah
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Bank Digital Demi Memperkuat Permodalan
OJK Kumpulkan 15 Bank...
OJK Kumpulkan 15 Bank Minta Revisi RBB Lebih Optimistis
Indonesia Diambang Resesi,...
Indonesia Diambang Resesi, Pemerintah, BI, dan OJK Harus Solid
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
10 menit yang lalu
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
31 menit yang lalu
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
1 jam yang lalu
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
2 jam yang lalu
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
2 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved