Pernah Jadi Direktur IMF, Harta Wimboh Rp1,8 Miliar
Senin, 05 Juni 2017 - 20:23 WIB
Pernah Jadi Direktur IMF, Harta Wimboh Rp1,8 Miliar
A
A
A
JAKARTA - Pernah menjadi Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) dan perwakilan Bank Indonesia di Amerika Serikat, calon Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso tercatat memiliki harta Rp1,8 miliar. Jumlah itu sesuai dengan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang dilaporkan.
Kendati mendapatkan kritik dari Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait jumlah hartanya yang terbilang sedikit untuk ukuran pejabat IMF, Wimboh dapat menjelaskan itu memang yang sebenarnya. Menurutnya, pendapatan dari IMF banyak habis untuk biaya operasional.
"Soal LHKPN, memang pendapatan pegawai BI enggak banyak, pegawai IMF enggak banyak, untuk sewa rumah, bayar bensin, sisanya sekolahkan anak di luar negeri. Kalau enggak jadi Direktur IMF dan perwakilan BI di New York, enggak kuat sekolahkan (anak) ke luar negeri," ujarnya di Jakarta, Senin (5/6/2017).
Wimboh bahkan mencontohkan salah satu asetnya yakni rumah di kawasan Jatiwaringin, ukurannya tidak seberapa. Sehingga total Rp1,8 miliar dinilainya wajar.
"Rumah saya di Jatiwaringin lokasinya di belakang, bukan depan yang gede. Kecil, boleh lihat. Kami yakin seyakin-yakinnya enggak ada yang kami umpatin, Rp1,8 miliar wajar," katanya.
Dia menambahkan, pengalamannya di IMF cukup bisa jadi tolak ukur untuk memimpin OJK. Berbagai keputusan yang sudah diambil di IMF juga krusial seperti pinjaman ke Yunani.
"Kalau jadi ketua OJK bukan hal baru, kepemimpinan IMF ke OJK. IMF kelasnya dunia mutusin miliaran dolar kredit ke Yunani saat jadi Direktur Eksekutif IMF," pungkasnya.
Kendati mendapatkan kritik dari Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait jumlah hartanya yang terbilang sedikit untuk ukuran pejabat IMF, Wimboh dapat menjelaskan itu memang yang sebenarnya. Menurutnya, pendapatan dari IMF banyak habis untuk biaya operasional.
"Soal LHKPN, memang pendapatan pegawai BI enggak banyak, pegawai IMF enggak banyak, untuk sewa rumah, bayar bensin, sisanya sekolahkan anak di luar negeri. Kalau enggak jadi Direktur IMF dan perwakilan BI di New York, enggak kuat sekolahkan (anak) ke luar negeri," ujarnya di Jakarta, Senin (5/6/2017).
Wimboh bahkan mencontohkan salah satu asetnya yakni rumah di kawasan Jatiwaringin, ukurannya tidak seberapa. Sehingga total Rp1,8 miliar dinilainya wajar.
"Rumah saya di Jatiwaringin lokasinya di belakang, bukan depan yang gede. Kecil, boleh lihat. Kami yakin seyakin-yakinnya enggak ada yang kami umpatin, Rp1,8 miliar wajar," katanya.
Dia menambahkan, pengalamannya di IMF cukup bisa jadi tolak ukur untuk memimpin OJK. Berbagai keputusan yang sudah diambil di IMF juga krusial seperti pinjaman ke Yunani.
"Kalau jadi ketua OJK bukan hal baru, kepemimpinan IMF ke OJK. IMF kelasnya dunia mutusin miliaran dolar kredit ke Yunani saat jadi Direktur Eksekutif IMF," pungkasnya.
(ven)