Bursa Asia Mixed, IHSG Dibuka Berhasil di Zona Positif
Rabu, 07 Juni 2017 - 09:19 WIB
Bursa Asia Mixed, IHSG Dibuka Berhasil di Zona Positif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka berhasil di zona hijau meski pada penutupan kemarin berada di di zona merah. Bursa saham Tanah Air pagi ini dibuka naik 10,07 poin setara dengan 0,18% ke level 5.717,90 di tengah bursa saham Asia yang dibuka mixed (variatif). .
Sebelumnya pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup semakin ambruk atau berkurang 40,40 poin setara 0,70% ke level 5.707,83 pada saat bursa saham Asia ditutup juga mixed.
Sektor saham dalam negeri di awal perdagangan hampir semuanya berada di zona positif, hanya sektor konsumer yang tercatat melemah sebesar 0,22%. Sementara, sektor lainnya menguat dengan sektor aneka industri menguat tertinggi sebesar 0,71%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp26 miliar dengan 6 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp1,44 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp20,19 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp21,63 miliar. Tercatat 26 saham naik, 6 turun dan 13 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp275 menjadi Rp27.225, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp175 menjadi Rp14.850, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp150 menjadi Rp14.425.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp400 menjadi Rp74.000, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp150 menjadi Rp12.320, dan PT Bank negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp75 menjadi Rp6.425.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (7/6/2017), bursa saham Asia mixed (variatif) pada pembukaan perdagangan hari ini karena pasar hati-hati dalam menunggu tiga kejadian potensial risiko utama pada Kamis, termasuk pemilihan anggota parlemen Inggris, sebuah review Bank Sentral Eropa dan kesaksian mantan Direktur FBI James Comey ke negara bagian Senat.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 0,17% pada awal perdagangan dan di Korea Selatan, Indeks Kospi kembali dibuka untuk perdagangan setelah kemarin libur publik dan lebih rendah sebesar 0,11%.
Sementara di Australia, Indeks S&P/ASX 200 melawan tren ke tren yang lebih tinggi atau naik 0,04%, Indeks Shanghai naik 1,00 poin atau 0,03% ke level 3.103,13. Aset safe haven menguat, dengan emas spot mencapai tujuh pekan tertinggi.
Sebelumnya pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup semakin ambruk atau berkurang 40,40 poin setara 0,70% ke level 5.707,83 pada saat bursa saham Asia ditutup juga mixed.
Sektor saham dalam negeri di awal perdagangan hampir semuanya berada di zona positif, hanya sektor konsumer yang tercatat melemah sebesar 0,22%. Sementara, sektor lainnya menguat dengan sektor aneka industri menguat tertinggi sebesar 0,71%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp26 miliar dengan 6 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp1,44 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp20,19 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp21,63 miliar. Tercatat 26 saham naik, 6 turun dan 13 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp275 menjadi Rp27.225, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp175 menjadi Rp14.850, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp150 menjadi Rp14.425.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp400 menjadi Rp74.000, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp150 menjadi Rp12.320, dan PT Bank negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp75 menjadi Rp6.425.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (7/6/2017), bursa saham Asia mixed (variatif) pada pembukaan perdagangan hari ini karena pasar hati-hati dalam menunggu tiga kejadian potensial risiko utama pada Kamis, termasuk pemilihan anggota parlemen Inggris, sebuah review Bank Sentral Eropa dan kesaksian mantan Direktur FBI James Comey ke negara bagian Senat.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 0,17% pada awal perdagangan dan di Korea Selatan, Indeks Kospi kembali dibuka untuk perdagangan setelah kemarin libur publik dan lebih rendah sebesar 0,11%.
Sementara di Australia, Indeks S&P/ASX 200 melawan tren ke tren yang lebih tinggi atau naik 0,04%, Indeks Shanghai naik 1,00 poin atau 0,03% ke level 3.103,13. Aset safe haven menguat, dengan emas spot mencapai tujuh pekan tertinggi.
(izz)
Lihat Juga :