Revisi Batas Saldo yang Diintip DJP, Pemerintah Terkesan Tak Pikir Panjang

Sabtu, 10 Juni 2017 - 17:10 WIB
Revisi Batas Saldo yang...
Revisi Batas Saldo yang Diintip DJP, Pemerintah Terkesan Tak Pikir Panjang
A A A
JAKARTA - Revisi batas minimum saldo rekening yang wajib dilaporkan Lembaga Keuangan secara otomatis kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dari semula Rp200 juta menjadi Rp1 miliar, dinilai membuat pemerintah terkesan tak pikir panjang. Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis Yustinus Prastowo mengingatkan, agar hal itu tidak terulang meskipun tindakan tersebut dinilai baik.

"Menjadi persoalan kenapa respons ini enggak build in, dalam rumusan itu terkesan tidak mementingkan aspek sosial politik. Itu yang menurut saya penting untuk diingatkan. Jangan sampai ke depan terulang perumusan kebijakan yang tidak mementingkan aspek sospol, sehingga seolah harus menunggu publik, kemudian baru mengikuti (kebijakannya). Itu juga tidak sehat kalau menurut saya," terangnya di Jakarta, Sabtu (8/6/2017).

Meski begitu Prastowo menerangkan revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK.03/2017 tentang Petunjuk Teknis Mengenai Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan dengan batas minimum saldo merupakan keputusan yang lebih baik. Pasalnya, ketika pemerintah sebelumnya memutuskan saldo yang bisa diintip minimal Rp200 juta, nominal tersebut dianggap terlalu kecil dan terkesan menyasar ke masyarakat menengah yang rata-rata sudah tertib SPT.

"Saya pikir ini lebih baik, karena alangkah baiknya dengan situasi yang mendesak dan sesuatu yang sensitif ini mengajak pihak lain termasuk otoritas perbankan, dan pelaku," ungkap kepada Sindonews ketika dihubungi.

Dia menambahkan poin-poin di dalam revisi tersebut sendiri sudah bagus sebagai respon terhadap desakan masyarakat. Karena ini lebih ke arah situasi. "Tidak mungkin dalam waktu sangat pendek itu kita berikan penjelasan yang utuh, yang baik ke masyarakat, apalagi kemarin habis tax amnesty. Kemudian ada isu keterbukaan dan macam-macam hal yang menjadi beban-beban masyarakat," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Viral Pegawai Pajak...
Viral Pegawai Pajak Lakukan KDRT, DJP: Sudah Ditangani Polisi
Penjelasan Ditjen Pajak...
Penjelasan Ditjen Pajak Soal Pengenaan Bea Meterai Rp10.000
Tingkatkan Transparansi,...
Tingkatkan Transparansi, PLN-Ditjen Pajak Integrasi Data Perpajakan
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp57 Miliar, 2 Eks Pejabat Ditjen Pajak Divonis Hari Ini
Perkuat Sistem Perpajakan,...
Perkuat Sistem Perpajakan, Ditjen Pajak Gandeng LG CNS dan Deloitte Consulting
Berita Terkini
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
10 menit yang lalu
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
28 menit yang lalu
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
49 menit yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
1 jam yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
2 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved