Kementan Anggarkan Rp19,3 Triliun untuk Sarpras Petani
Selasa, 13 Juni 2017 - 03:17 WIB
Kementan Anggarkan Rp19,3 Triliun untuk Sarpras Petani
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya untuk menjalankan kebijakan yang pro kepada petani. Keberpihakan pemerintah terhadap petani direfleksikan dalam pagu Kementan pada tahun anggaran 2018 mendatang.
“Dari total alokasi anggaran Kementan sebesar Rp22,65 triliun,sebanyak 85% atau senilai Rp19,3 triliun akan digunakan untuk belanja sarana dan prasarana (sarpras) petani,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta, Senin (12/6/2017).
Alokasi anggaran Kementan untuk belanja sarpras petani terus meningkat secara signifikan. Pada tahun ini, alokasi untuk sarpras petani mencapai Rp16,6 triliun, meningkat dibandingkan 2014 yang hanya senilai Rp5,4 triliun atau 35% dari total anggaran Kementan saat itu.
Mentan menyebutkan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kementan telah melakukan refocusing anggaran. Pada tahun-tahun sebelumnya, alokasi anggaran Kementan lebih banyak digunakan untuk belanja operasional yang meliputi perjalanan dinas, rapat, dan rehab gedung.
Maka pada era kepemimpinan Amran Sulaiman, anggaran Kementan lebih difokuskan pada pembangunan infrastruktur pertanian dan pemberian bantuan kepada petani, yakni berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, pupuk, serta asuransi pertanian.
Berbanding terbalik dengan alokasi belanja sarpras petani, anggaran belanja operasional Kementan terus mengalami penurunan. Jika pada anggaran tahun 2014 belanja operasional mencapai 48% dari total anggaran Kementan, maka pada 2018 mendatang, belanja operasional hanya sekitar 3% dari total anggaran atau senilai Rp679 miliar.
Amran mengungkapkan bahwa peningkatan alokasi belanja sarpras petani sebagai wujud komitmen pemerintah dalam tingkatkan kesejahteraan petani. Amran juga percaya, refocusing anggaran ini juga akan menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Saat ini, Indonesia telah berhasil mewujudkan swasembada beras, bawang, dan cabai. Indonesia juga diharapkan dapat swasembada jagung paling lambat pada tahun depan,” katanya.
“Dari total alokasi anggaran Kementan sebesar Rp22,65 triliun,sebanyak 85% atau senilai Rp19,3 triliun akan digunakan untuk belanja sarana dan prasarana (sarpras) petani,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta, Senin (12/6/2017).
Alokasi anggaran Kementan untuk belanja sarpras petani terus meningkat secara signifikan. Pada tahun ini, alokasi untuk sarpras petani mencapai Rp16,6 triliun, meningkat dibandingkan 2014 yang hanya senilai Rp5,4 triliun atau 35% dari total anggaran Kementan saat itu.
Mentan menyebutkan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kementan telah melakukan refocusing anggaran. Pada tahun-tahun sebelumnya, alokasi anggaran Kementan lebih banyak digunakan untuk belanja operasional yang meliputi perjalanan dinas, rapat, dan rehab gedung.
Maka pada era kepemimpinan Amran Sulaiman, anggaran Kementan lebih difokuskan pada pembangunan infrastruktur pertanian dan pemberian bantuan kepada petani, yakni berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, pupuk, serta asuransi pertanian.
Berbanding terbalik dengan alokasi belanja sarpras petani, anggaran belanja operasional Kementan terus mengalami penurunan. Jika pada anggaran tahun 2014 belanja operasional mencapai 48% dari total anggaran Kementan, maka pada 2018 mendatang, belanja operasional hanya sekitar 3% dari total anggaran atau senilai Rp679 miliar.
Amran mengungkapkan bahwa peningkatan alokasi belanja sarpras petani sebagai wujud komitmen pemerintah dalam tingkatkan kesejahteraan petani. Amran juga percaya, refocusing anggaran ini juga akan menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Saat ini, Indonesia telah berhasil mewujudkan swasembada beras, bawang, dan cabai. Indonesia juga diharapkan dapat swasembada jagung paling lambat pada tahun depan,” katanya.
(ven)
Lihat Juga :