Wall Street Berakhir Mixed Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Kamis, 15 Juni 2017 - 07:56 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Mixed Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup situtup mixed alias variatif dengan penurunan sektor tekenologi telah membebani Nasdaq Composite yang berakhir melemah, termasuk Indeks S&P 500 yang ditutup sedikit lebih rendah.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/6/2017), hal tersebut dikarenakan investor khawatir dengan laju pertumbuhan ekonomi setelah angka inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dan kenaikan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed). Nasdaq memotong kerugiannya di lebih dari setengah dalam kenaikan terakhirnya, setelah sebelumnya turun 1%. Sementara sektor keuangan mendukung Indeks Dow Jones.

Bank sentral AS mengutip pertumbuhan ekonomi dan kekuatan pasar AS yang berlanjut dengan siklus pengetatan pertamanya dalam lebih dari satu dekade. Namun, beberapa investor khawatir dengan nada hawkish The Fed dan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga tercermin di sektor teknologi, yang telah memimpin kenaikan pada Indeks S & P 500 hampir 9% tahun ini.

Sektor teknologi turun 0,5%, pulih dari kerugian yang lebih curam dalam sesi tersebut dan mencapai paruh dua hari terbesar dalam hampir setahun. Sektor teknologi tetap naik 18% sepanjang tahun ini.

"Saya pikir ini lebih dari apa yang kita lihat mulai pekan lalu, di mana Anda memiliki perdagangan yang sangat padat. Jika mereka akan menjadi lebih gugup tentang pasar saham, di situlah Anda akan melihat penjualannya," kata William Delwiche, Pakar Strategi Investasi Robert W. Baird & Co di Milwaukee.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 46,09 poin atau 0,22% menjadi 21.374,56, Indeka S & P 500 kehilangan 2,43 poin atau turun 0,10% ke level 2.437,92, dan Nasdaq Composite turun 25,48 poin atau 0,41% ke level 6.194,89.

Sebelumnya pada hari Rabu, data menunjukkan harga konsumen AS secara tak terduga turun pada Mei dan penjualan ritel mencatat penurunan terbesar dalam 16 bulan.

"Yang membuat tidak baik untuk saham teknologi adalah PDB negatif atau penurunan komponen perangkat lunak dan peralatan. Karena itu, sektor teknologi menjual kekhawatiran bahwa kenaikan Fed hari ini akan memperlambat PDB, menghambat pertumbuhan keuntungan teknologi masa depan," kata Daniel Morgan, manajer portofolio Synovus Trust di Atlanta.

Sektor keuangan yang telah berkinerja buruk tahun ini dan cenderung mendapatkan keuntungan di lingkungan tingkat kenaikan, akhir-akhir ini justru naik mendekati 0,2%. Kelompok tersebut telah turun sebanyak 1,3% selama sesi tersebut.

Sektor energi turun 1,8% karena harga minyak melemah. Data AS menunjukkan peningkatan mingguan yang luar biasa besar dalam persediaan bensin AS dan data Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan peningkatan produksi non-OPEC yang besar pada 2018.

Indeks Dow Jones Transport Average, terlihat oleh beberapa orang sebagai barometer aktivitas ekonomi, berakhir turun 0,7%. The Fed dengan jelas menggariskan sebuah rencana untuk mengurangi portofolio Treasury senilai USD4,2 triliun dan sekuritas berbasis mortgage, yang sebagian besar dibeli setelah krisis keuangan dan resesi 2007-2009.

"Pasar harus percaya pada fakta bahwa mereka bersikap sangat transparan dalam menetapkan langkah-langkah kebijakan yang jelas dalam hal bagaimana mereka menormalkan neraca. Tentu transparansi lebih bagus," kata Heidi Learner, kepala ekonom untuk Savills Studley, unit Savills Plc, di New York.

Dalam berita perusahaan, saham Alexion melonjak 9,3% dan merupakan persentase kenaikan terbesar pada Indeks S & P 500 setelah perusahaan bioteknologi tersebut menjadi pejabat keuangan utama Biogen sebagai CFO-nya. Stok biogen turun 3,1%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
1 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
2 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
2 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
2 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
2 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved