Faktor Eksternal Sebabkan BI Tahan Suku Bunga

Jum'at, 16 Juni 2017 - 02:08 WIB
Faktor Eksternal Sebabkan...
Faktor Eksternal Sebabkan BI Tahan Suku Bunga
A A A
JAKARTA - Chief Economist di SKHA Institute for Global Competitiveness (SIGC) Eric Sugandi menilai, Bank Indonesia (BI) kemungkinan tidak ikut menaikkan suku bunga acuannya atau BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7 Day RR).

"Saya expect tetap di 4,75%, karena kenaikan FFR sudah diantisipasi para pelaku pasar sehingga dampaknya terbatas," ujarnya saat dihubungi, Kamis (15/6/2017).

Hanya saja, dia mengatakan, masih ada risiko tekanan inflasi dan tekanan terhadap kurs rupiah dari faktor eksternal. Dengan begitu, BI tidak akan menurunkan maupun menaikkan BI 7 Day RR. Di sisi lain, tekanan inflasi dan tekanan terhadap rupiah ini masih bisa diakomodasi oleh BI 7 Day RR pada saat ini. Dengan demikian suku bunga acuan BI tidak perlu naik.

Ekonom Center Of Reform Economics (CORE), Mohammad Faisal mengatakan, dalam kondisi posisi nilai tukar rupiah masih cenderung stabil bahkan menguat, inflasi rendah, dan neraca perdagangan surplus, memang semestinya Bank Indonesia bisa menurunkan 7DRR. "Namun lantaran faktor eksternal kenaikan FFR, maka 7DRR ditahan," kata dia.

Belajar dari pengalaman beberapa kali kenaikan FFR, dimana kenaikan FFR hanya sebesar 0,25 bps dan tidak memberikan guncangan terhadap nilai rupiah kecuali hanya sesaat. Lebih lanjut Faisal menuturkan, kedepan BI masih mewaspadai inflasi, walau saat ini masih rendah tapi adanya potensi untuk meningkat masih besar terutama karena dorongan administered prices.

"Tapi konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat juga sebenarnya mengalami tekanan karena administered prices, juga penyaluran kredit perbankan ke sektor riil, terutama UKM yang masih banyak hambatan. Sehingga membatasi penciptaan lapangan pekerjaan," paparnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Nilai Tukar Rupiah...
Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
Membaca Peluang Tipis...
Membaca Peluang Tipis Penurunan Suku Bunga Acuan BI Jelang Tutup Tahun 2025
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
BI Kembali Pertahankan...
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan Maret 2026 di Level 4,75 Persen
BI Kembali Tahan Suku...
BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan November di Level 4,75%
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
20 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
51 menit yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
Infografis
McDonalds di Malioboro...
McDonalds di Malioboro Tutup, Faktor Boikot Israel?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved