The Fed: Bank AS Punya Uang untuk Hadapi Krisis
Jum'at, 23 Juni 2017 - 20:15 WIB
The Fed: Bank AS Punya Uang untuk Hadapi Krisis
A
A
A
NEW YORK - Federal Reserve (The Fed) atau Bank Sentral Amerika Serikat menegaskan bahwa 34 bank terbesar di AS memiliki cukup uang yang dapat menahan krisis keuangan terparah. Temuan ini berasal dari stress test tahunan yang dilakukan Federal Reserve untuk uji ketahanan bank.
Seperti dilansir BBC, Jumat (23/6/2017) tes tersebut dilakukan setelah krisis keuangan dengan tujuan memperkuat kapasitas keuangan terhadap penurunan. The Fed memberikan contoh spesifik materi stress test seperti perencanaan modal bank. The Fed akan berkomitmen untuk menerbitkan instruksi stress test bagi perbankan AS.
Selama bertahun-tahun ada pertikaian di kalangan Wall Street dan pengawas federal bahwa stress test perbankan harus transparan. Tahun lalu, Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS merekomendasikan agar The Fed berbagi tentang proses bank besar melakukan stress test. Bank-bank mengeluh karena stress test membingungkan.
Pihak bank juga mendorong peraturan yang lebih santai. Ada yang mengatakan bahwa hasil tengah pekan membuatnya lebih mudah untuk meyakinkan para pembuat kebijakan melakukannya. "Kami melihat positif hasil stress test hari ini, untuk upaya kebijakan Trump dalam deregulasi bank," ucap seorang analis kebijakan Cowen & Co Jaret Seiberg.
Federal Reserve menguji untuk melihat bagaimana bank dengan USD50 miliar atau lebih akan merespons resesi global, apabila pengangguran meningkat menjadi 10% dan nilai properti menurun. Hal itu akan memicu kerugian hampir USD500 miliar selama lebih dari dua tahun, termasuk pinjaman USD383 miliar. Namun menurut The Fed, perusahaan memiliki cukup fondasi untuk menahan tekanan tersebut.
Sejak 2009, sebanyak 34 perusahaan telah menambahkan modal lebih dari USD750 miliar seperti disampaikan The Fed. Seorang Gubernur Federal Reserve Jerome H Powell mendesak beberapa reformasi regulasi, dan mengatakan bahwa tes menunjukkan "selama resesi parah, bank-bank besar kami akan tetap baik capitalised"
"Ini akan memungkinkan untuk meneruskan siklus ekonomi dan dukungan dari sektor rumah tangga ketika bisnis mengalami kesulitan," ungkapnya. Perusahaan-perusahaan yang ditinjau termasuk Bank of America, JP Morgan Chase dan Wells Fargo.
Semula, The Fed ingin mempertahankan pendapatnya bahwa stress test perlu memiliki sedikit misteri sehingga bank tidak bisa merusak prosesnya. Tapi kini, The Fed akan memberitahu bank lebih banyak bagian kualitatif dari materi stress test seperti manajemen risiko dan aspek kuantitatif lain. Dengan lebih terbuka harapannya stress test akan lebih efektif.
Seperti dilansir BBC, Jumat (23/6/2017) tes tersebut dilakukan setelah krisis keuangan dengan tujuan memperkuat kapasitas keuangan terhadap penurunan. The Fed memberikan contoh spesifik materi stress test seperti perencanaan modal bank. The Fed akan berkomitmen untuk menerbitkan instruksi stress test bagi perbankan AS.
Selama bertahun-tahun ada pertikaian di kalangan Wall Street dan pengawas federal bahwa stress test perbankan harus transparan. Tahun lalu, Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS merekomendasikan agar The Fed berbagi tentang proses bank besar melakukan stress test. Bank-bank mengeluh karena stress test membingungkan.
Pihak bank juga mendorong peraturan yang lebih santai. Ada yang mengatakan bahwa hasil tengah pekan membuatnya lebih mudah untuk meyakinkan para pembuat kebijakan melakukannya. "Kami melihat positif hasil stress test hari ini, untuk upaya kebijakan Trump dalam deregulasi bank," ucap seorang analis kebijakan Cowen & Co Jaret Seiberg.
Federal Reserve menguji untuk melihat bagaimana bank dengan USD50 miliar atau lebih akan merespons resesi global, apabila pengangguran meningkat menjadi 10% dan nilai properti menurun. Hal itu akan memicu kerugian hampir USD500 miliar selama lebih dari dua tahun, termasuk pinjaman USD383 miliar. Namun menurut The Fed, perusahaan memiliki cukup fondasi untuk menahan tekanan tersebut.
Sejak 2009, sebanyak 34 perusahaan telah menambahkan modal lebih dari USD750 miliar seperti disampaikan The Fed. Seorang Gubernur Federal Reserve Jerome H Powell mendesak beberapa reformasi regulasi, dan mengatakan bahwa tes menunjukkan "selama resesi parah, bank-bank besar kami akan tetap baik capitalised"
"Ini akan memungkinkan untuk meneruskan siklus ekonomi dan dukungan dari sektor rumah tangga ketika bisnis mengalami kesulitan," ungkapnya. Perusahaan-perusahaan yang ditinjau termasuk Bank of America, JP Morgan Chase dan Wells Fargo.
Semula, The Fed ingin mempertahankan pendapatnya bahwa stress test perlu memiliki sedikit misteri sehingga bank tidak bisa merusak prosesnya. Tapi kini, The Fed akan memberitahu bank lebih banyak bagian kualitatif dari materi stress test seperti manajemen risiko dan aspek kuantitatif lain. Dengan lebih terbuka harapannya stress test akan lebih efektif.
(akr)
Lihat Juga :