GWM Diterapkan, Likuiditas Bank Lebih Aman

Senin, 03 Juli 2017 - 19:41 WIB
GWM Diterapkan, Likuiditas...
GWM Diterapkan, Likuiditas Bank Lebih Aman
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, Giro Wajib Minimum (GWM) rata-rata atau averaging resmi diterapkan awal bulan ini. Sehingga, memberikan kemudahan bank dalam mengamankan likuiditas.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara‎ menyebutkan, penempatan GWM averaging di perbankan sebesar 6,5% dari dana pihak ketiga (DPK) ke BI. Pola tersebut berlaku setiap hari.

"Pada tahap pertama, 5% fix dan 1,5% itu averaging, sehingga jika dirata-rata dalam dua minggu maka perbankan 6,5% menempatkan DPK-nya ke Bank Indonesia," ujarnya di Jakarta, Senin (3/7/2017).

Menurut Mirza, angka ini secara rata-rata dikalkulasi agar perbankan dapat mengendalikan likuiditas ketika penempatan DPK. DPK akan ditempatkan lebih besar ketika likuiditas tinggi dan sebaliknya.

"‎Setiap hari tidak harus 6,5% agar bisa diatur. Contohnya, pasar lagi kencang bisa ambil 7%, besoknya 5,75%. Tapi, ketika dihitung secara rata-rata dalam dua minggu, mendapatkan angka 6,5% per hari," tutur dia.

Mirza menambahkan, pengendalian DPK dapat lebih fleksibel dengan diterapkannya GWM. Perbankan diharapkan dapat membuat ‎pasar keuangan dalam negeri lebih likuid.

"Kenapa kok perlu ada GWM? Sebenarnya pertanyaan itu sama kayak kita bertanya perlu ada instrumen moneter karena GWM itu instrumen moneter untuk pengendalian makro ekonomi," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fit and Proper Test...
Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, DPR Angkat Isu Pengawasan Perbankan
Transfer Uang Cuma Kena...
Transfer Uang Cuma Kena Biaya Rp2.500, Total Ada 77 Bank Terapkan BI-Fast
Makin Banyak, 21 Bank...
Makin Banyak, 21 Bank Gabung BI-FAST di Gelombang Kedua
BI Sudah Totalitas,...
BI Sudah Totalitas, Tapi Bunga Kredit Bank Merayap Pelan
Buat Bank yang Mau Kolaps,...
Buat Bank yang Mau Kolaps, Bisa Minta Dana Darurat ke BI
106 Bank Gabung BI-Fast,...
106 Bank Gabung BI-Fast, Biaya Transfer Cuma Rp2.500
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
50 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved