Pertumbuhan Uang Beredar Meningkat 11,1%

Rabu, 05 Juli 2017 - 05:23 WIB
Pertumbuhan Uang Beredar...
Pertumbuhan Uang Beredar Meningkat 11,1%
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Mei 2017. Posisi M2 sebesar Rp5.126,2 triliun atau tumbuh 11,1% (yoy), lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 10,2% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, berdasarkan komponennya, peningkatan pertumbuhan M2 bersumber dari komponen uang kuasi dan surat berharga selain saham yang masing-masing tumbuh 10,0% (yoy) dan 43,2% (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan April 2017 yang masing-masing sebesar 8,7% (yoy) dan 30,0% (yoy).

"Berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan pertumbuhan M2 terutama disebabkan peningkatan Aktiva Luar Negeri Bersih dan ekspansi operasi keuangan Pemerintah Pusat (Pempus)," katanya di Jakarta, Selasa (4/7/2017).

Adapun pada Mei 2017, Aktiva Luar Negeri Bersih tercatat Rp1.447,0 triliun atau tumbuh 24,4% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan April 2017 yang sebesar 20,5% (yoy). Ekspansi operasi keuangan Pempus juga ikut mendorong peningkatan pertumbuhan uang beredar.

"Hal ini tercermin dari kewajiban kepada Pempus (simpanan Pempus di BI dan perbankan) yang tumbuh melambat dari 52,4% (yoy) pada April 2017 menjadi 35,3% (yoy) pada Mei 2017," papar Tirta.

Suku bunga kredit sedikit menurun, sementara suku bunga simpanan bergerak beragam. Pada Mei 2017, rata-rata suku bunga kredit tercatat 11,83%, turun dibanding bulan sebelumnya sebesar 11,92%.

Demikian halnya suku bunga simpanan dengan tenor 3 dan 24 bulan yang masing-masing tercatat 6,62% dan 6,97%, turun dibanding bulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 6,64% dan 7,02%.

Di sisi lain, suku bunga berjangka dengan tenor 6 dan 12 bulan tercatat 7,03% dan 7,11%, meningkat dari 7,02% dan 7,10% pada bulan sebelumnya. "Sementara itu, suku bunga simpanan dengan tenor satu bulan tidak mengalami perubahan dibanding bulan sebelumnya yakni sebesar 6,37%," ungkap dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
21 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
45 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved