Pemerintah Tak Terbitkan Aturan Stabilitas Investasi Freeport

Rabu, 05 Juli 2017 - 13:05 WIB
Pemerintah Tak Terbitkan...
Pemerintah Tak Terbitkan Aturan Stabilitas Investasi Freeport
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan, pemerintah tidak akan menerbitkan aturan baru untuk menjamin stabilitas investasi PT Freeport Indonesia akan datang. Hal ini menanggapi permintaan Freeport untuk dibuatkan aturan yang menjamin investasinya.

(Baca: Pemerintah Belum Putuskan Soal Skema Pajak Freeport )

Jonan mengungkapkan, saat ini pemerintah hanya membahas mengenai skema perpajakan dan retribusi daerah yang akan ditetapkan untuk Freeport. Hal itulah yang akan dibuatkan payung hukumnya.

"Enggak ada PP stabilitas investasi. Ini lagi dibicarakan masalah perpajakan dan retribusi daerah. Enggak tahu nanti namanya apa. Ini istilah saja," katanya usai acara halal bihalal Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Namun, mantan Menteri Perhubungan ini memastikan, payung hukum yang akan dibuat tidak dikhususkan untuk raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut. Beleid yang akan dikeluarkan bersifat umum untuk seluruh perusahan tambang yang beroperasi di Tanah Air.

"Kalau ini (payung hukum) dibuat, enggak ada khusus, misalnya untuk PT Freeport. Jadi ya berlaku umum," imbuh dia.

Keputusan mengenai skema perpajakan untuk Freeport akan diserahkan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sebab, Menkeu memiliki banyak pertimbangan mengenai pemasukan negara.

"Kenapa kami minta Menkeu. Karena pertimbangan beliau ada banyak. Ada UU Perpajakan, UU Pemda, UU Otoritas Daerah, UU Keuangan Negara atau apa. Jadi mereka yang mensinkronisasikan dulu sebelum berunding dalam tim yang besar," terangnya.

Sekadar mengingatkan, PT Freeport Indonesia kembali meminta keistimewaan dari pemerintah Indonesia. Raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut kali ini meminta pemerintah untuk membuatkan peraturan yang menjamin stabilitas investasinya di masa mendatang.

Ketua Tim Negosiasi Freeport dari pihak pemerintah, Teguh Pamudji mengemukakan bahwa pemerintah akan mengeluarkan peraturan yang dimintakan Freeport tersebut. Namun, dia menampik jika dikatakan, beleid tersebut dibuat untuk Freeport.

"Jadi, regulasi yang sama seperti di kontrak karya. Kita membuat (PP) bukan untuk Freeport. Kita membuat untuk semua, untuk melindungi semua. Jadi berlaku umum untuk mengantisipasi KK menjadi IUPK," katanya di Kantor Kementerian ESDM, beberapa waktu lalu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Freeport Teriak Izin...
Freeport Teriak Izin Ekspor Belum Terbit, Begini Jawaban Kementerian ESDM
Telan Dana USD1,5 Miliar,...
Telan Dana USD1,5 Miliar, Progres Smelter Freeport Capai 34,9%
7 Pekerja Freeport Terjebak...
7 Pekerja Freeport Terjebak Longsor di Tambang Bawah Tanah, ESDM Pastikan Penanganan Cepat
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Freeport Baru 6%, DPR: Akal-akalan Saja!
Freeport Terancam Tak...
Freeport Terancam Tak Bisa Ekspor Usai Juni 2023, Begini Perkaranya
Menteri ESDM Kirim Tim...
Menteri ESDM Kirim Tim Investigasi Terkait Kebakaran Smelter Freeport
Berita Terkini
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
30 menit yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
38 menit yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
43 menit yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
1 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
1 jam yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
1 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved