Kabar Buruk Industri Ritel, Menko Darmin Minta Data
Jum'at, 07 Juli 2017 - 19:55 WIB
Kabar Buruk Industri Ritel, Menko Darmin Minta Data
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mande menyatakan industri ritel nasional kini dalam kondisi underperform alias kondisi buruk. Salah satunya adalah industri tekstil yang mulai mengurangi jam kerja karyawannya.
Kondisi ini, kata Roy, sejalan dengan hukum permintaan dan produksi. Jika permintaan menurun, otomatis produksi juga tidak akan meningkat.
"Industri ritel sedang tidak perform, termasuk produksi barang yang juga menurun. Ini terjadi pada ritel modern. Dimana barang masih numpuk di stok dan ritel enggak akan order ke pabrik," imbuhnya kepada SINDOnews, Jumat (7/7/2017).
Sambung Roy, kondisi ini berpotensi hingga jangka panjang, bila pemerintah tidak memberi perhatian kepada industri ritel. Menurutnya, pemerintah perlu memberi stimulus pada industri ritel saat ini.
“Ini akan berpotensi berlanjut hingga jangka panjang jika tidak didukung dan tidak mendapat stimulus dari pemerintah. Artinya, jika penjualan di ritel sangat lemah dibanding tahun lalu, industri tekstilnya juga pasti akan melemah sepanjang tahun, ini in line,” lanjutnya.
Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan bahwa kondisi tersebut harus dicerna kebenarannya, dan tidak bisa langsung disimpulkan bahwa mereka mengurangi jam kerja karena industri ritel menurun performanya.
"Ada berapa (yang mengurangi)? Ngomong yang begitu-begitu itu susah untuk dicernakan. Karena katanya begini, katanya begitu. Ya harus pakai data dong,” ungkapnya ketika ditemui di kantor Kemenko Perekonomian.
Kondisi ini, kata Roy, sejalan dengan hukum permintaan dan produksi. Jika permintaan menurun, otomatis produksi juga tidak akan meningkat.
"Industri ritel sedang tidak perform, termasuk produksi barang yang juga menurun. Ini terjadi pada ritel modern. Dimana barang masih numpuk di stok dan ritel enggak akan order ke pabrik," imbuhnya kepada SINDOnews, Jumat (7/7/2017).
Sambung Roy, kondisi ini berpotensi hingga jangka panjang, bila pemerintah tidak memberi perhatian kepada industri ritel. Menurutnya, pemerintah perlu memberi stimulus pada industri ritel saat ini.
“Ini akan berpotensi berlanjut hingga jangka panjang jika tidak didukung dan tidak mendapat stimulus dari pemerintah. Artinya, jika penjualan di ritel sangat lemah dibanding tahun lalu, industri tekstilnya juga pasti akan melemah sepanjang tahun, ini in line,” lanjutnya.
Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan bahwa kondisi tersebut harus dicerna kebenarannya, dan tidak bisa langsung disimpulkan bahwa mereka mengurangi jam kerja karena industri ritel menurun performanya.
"Ada berapa (yang mengurangi)? Ngomong yang begitu-begitu itu susah untuk dicernakan. Karena katanya begini, katanya begitu. Ya harus pakai data dong,” ungkapnya ketika ditemui di kantor Kemenko Perekonomian.
(ven)
Lihat Juga :