Pertumbuhan Tenaga Kerja AS Lebih Cepat dari Perkiraan

Minggu, 09 Juli 2017 - 21:39 WIB
Pertumbuhan Tenaga Kerja...
Pertumbuhan Tenaga Kerja AS Lebih Cepat dari Perkiraan
A A A
NEW YORK - Pertumbuhan pekerja Amerika Serikat (AS) pada bulan lalu naik lebih cepat dari yang diperkirakan, bahkan pertumbuhan upah tetap terkendali.

Sewperti dikutip dari BBC, Minggu (9/7/2017), Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja di AS bertambah 222.000 orang pada Juni, termasuk lapangan kerja pada April dan Mei lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Namun, meski mendapat kenaikan pekerjaan dan tingkat pengangguran 4,4% yang rendah, pertumbuhan upah tetap terkendali. Upah rata-rata naik 2,5% secara year on year, yang menurut para analis merupakan tanda pasar masih memiliki ruang untuk memperbaiki.

Para ekonom memperkirakan pertumbuhan pekerjaan melambat dan upah meningkat, karena lebih banyak orang dipekerjakan dan perusahaan memiliki waktu perekrutan yang lebih sulit.

Pertumbuhan pekerjaan tampak melambat pada April dan Mei, namun dalam rilis terakhir Departemen Tenaga Kerja merevisi perkiraan penciptaan lapangan kerja menjadi 207.000 pada April dari 174.000, dan menjadi 152.000 pada Mei dari 138.000 orang.

Pertumbuhan lapangan kerja rata-rata 180.000 per bulan sepanjang tahun ini, sejalan dengan kenaikan bulanan rata-rata 187.000 orang pada 2016. Keuntungan pekerjaan mendorong lebih banyak orang untuk mulai mencari pekerjaan, dan ini berada di belakang sedikit peningkatan tingkat pengangguran menjadi 4,4% pada Juni dari 4,3% pada Mei.

"Tingkat pengangguran naik sedikit pada Juni, tapi itu karena lebih banyak orang mencari pekerjaan, sebuah mosi percaya di pasar kerja," tulis Gus Faucher, kepala ekonom di PNC Financial Services, dalam sebuah catatan.

Beberapa pertumbuhan lapangan kerja terkuat pada Juni datang di bidang perawatan kesehatan dan bantuan sosial, kegiatan keuangan dan pertambangan. Pekerjaan pemerintah juga meningkat.

Tapi masih ada lebih dari lima juta orang Amerika yang bekerja paruh waktu yang ingin memiliki pekerjaan penuh waktu, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja.

Analis mengatakan, kenaikan gaji tersebut mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk terus menaikkan suku bunga, meskipun inflasi tetap lebih rendah dari yang diperkirakan oleh bank sentral di bank sentral AS.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Bantuan Ekonomi Amerika...
Bantuan Ekonomi Amerika untuk Greenland Berbuntut Panjang
Konspirasi Yahudi: Kisah...
Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Didesak Situasi Ekonomi...
Didesak Situasi Ekonomi Amerika, Rupiah Akan Bergerak Sempit
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Berita Terkini
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
31 menit yang lalu
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
1 jam yang lalu
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
2 jam yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
2 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
3 jam yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
3 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved