IHSG Dibuka Melemah 3,10 Poin ke 5.819,25
Rabu, 19 Juli 2017 - 09:40 WIB
IHSG Dibuka Melemah 3,10 Poin ke 5.819,25
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (19/7/2017) dibuka melemah 3,10 poin atau 0,05% menuju 5.819,25.
Selasa kemarin, IHSG ditutup jatuh 18,93 poin atau 0,32% ke posisi 5.822,35. Dan sepanjang kemarin, indeks bergerak di 5.806,60-5.831,69.
Dari 192 saham yang diperdagangkan pagi ini, 76 menguat, 89 stagnan, dan 27 tertekan. Transaksi bersih asing tercatat minus Rp28,98 miliar, dengan aksi jual asing Rp69,41 miliar berbanding aksi beli asing Rp40,43 miliar.
Enam sektor saham utama terpantau negatif, dengan aneka industri memimpin pelemahan -0,96%. Sedangkan saham pertambangan memimpin penguatan dengan naik 1,03%.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan lemahnya IHSG disebabkan outlook negatif yang masih menghantui, dimana aktifitas ekspor turun dan tingkat kemampuan konsumen yang rendah, dimana penjualan mobil dan motor pada bulan Juni turun tajam.
Sementara itu pasar Asia bergerak variatif imbas melemahnya dolar AS dalam level terendah 10 bulan. Mengutip dari CNBC, Rabu (19/7), indeks Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,0^%, sementara indeks Kospi Korea Selatan turun 0,13%.
Indeks ASX 200 Australia naik 0,69%, didorong oleh kenaikan saham keuangan sebesar 2,56%. Pasar China juga variatif, dengan indeks Hang Seng naik 0,18%, Shanghai naik 0,07%, namun Shenzhen turun 0,12%.
Dolar AS kembali melemah setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dia lebih suka membiarkan Obamacare gagal, karena usaha Partai Republik untuk mencabut UU Kesehatan buatan Obama itu selalu digagalkan senat.
Ketidakmampuan Trump untuk memberlakukan reformasi layanan kesehatan membuat banyak pertanyaan. Meski demikian, banyak kalangan optimistis Trump mampu melakukan reformasi pajak yang lebih komprehensif.
Selasa kemarin, IHSG ditutup jatuh 18,93 poin atau 0,32% ke posisi 5.822,35. Dan sepanjang kemarin, indeks bergerak di 5.806,60-5.831,69.
Dari 192 saham yang diperdagangkan pagi ini, 76 menguat, 89 stagnan, dan 27 tertekan. Transaksi bersih asing tercatat minus Rp28,98 miliar, dengan aksi jual asing Rp69,41 miliar berbanding aksi beli asing Rp40,43 miliar.
Enam sektor saham utama terpantau negatif, dengan aneka industri memimpin pelemahan -0,96%. Sedangkan saham pertambangan memimpin penguatan dengan naik 1,03%.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan lemahnya IHSG disebabkan outlook negatif yang masih menghantui, dimana aktifitas ekspor turun dan tingkat kemampuan konsumen yang rendah, dimana penjualan mobil dan motor pada bulan Juni turun tajam.
Sementara itu pasar Asia bergerak variatif imbas melemahnya dolar AS dalam level terendah 10 bulan. Mengutip dari CNBC, Rabu (19/7), indeks Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,0^%, sementara indeks Kospi Korea Selatan turun 0,13%.
Indeks ASX 200 Australia naik 0,69%, didorong oleh kenaikan saham keuangan sebesar 2,56%. Pasar China juga variatif, dengan indeks Hang Seng naik 0,18%, Shanghai naik 0,07%, namun Shenzhen turun 0,12%.
Dolar AS kembali melemah setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dia lebih suka membiarkan Obamacare gagal, karena usaha Partai Republik untuk mencabut UU Kesehatan buatan Obama itu selalu digagalkan senat.
Ketidakmampuan Trump untuk memberlakukan reformasi layanan kesehatan membuat banyak pertanyaan. Meski demikian, banyak kalangan optimistis Trump mampu melakukan reformasi pajak yang lebih komprehensif.
(ven)
Lihat Juga :