Akhir Pekan, IHSG Ditutup Terpuruk 59,78 Poin
Jum'at, 21 Juli 2017 - 16:19 WIB
Akhir Pekan, IHSG Ditutup Terpuruk 59,78 Poin
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat (21/7/2017) jatuh sebesar 59,78 atau 1,03% ke level 5.765,42.
Di awal perdagangan, indeks dibuka turun turun 0,01% atau 0,68 poin ke level 5.824,53. Sepanjang Jumat ini, indeks diperdagangkan di kisaran 5.760,96-5.831,46.
Adanya peringkat layak investasi di level BBB-/positive outlook dari Fitch Ratings, gagal untuk mempengaruhi indeks berada di zona positif seperti di awal pekan ini. Miskinya sentimen positif serta faktor eksternal, yaitu rontoknya bursa Asia akibat menguatnya euro turut menjadi pendorong.
Mayoritas sektor saham berada di zona merah, dengan aneka industri terperosok paling dalam dengan turun 3,28%, disusul manufaktur jatuh 1,51%, dan konsumer turun 1,22%. Satu-satunya hasil positif dicatat sektor saham perkebunan yang naik 0,37%.
Dari 476 saham yang diperdagangkan, 222 saham tertekan, 127 menguat, dan 127 stagnan. Nilai transaksi saham mencapai Rp4,56 triliun dari 6,15 miliar saham yang diperdagangkan. Asing tercatat melakukan net sell Rp392,84 miliar, dimana aksi jual asing Rp1,74 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp1,35 triliun.
Sementara itu, mayoritas pasar Asia ditutup melemah karena menguatnya mata uang euro ke level tertinggi setelah dua tahun. Mengutip dari CNBC, Jumat (21/7), indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,22% atau 44,84 poin, ditutup pada 20.099,75. Tapi Kospi Korea Selatan naik 0,34% atau 8,22 poin ke 2.450,06.
ASX 200 Australia diperdagangkan turun 0,67% atau 38,653 poin, berakhir pada 5.722,84, akibat menurunnya saham energi sebesar 1,07% dan saham material sebesar 1,36%.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,16%, setelah berkibar selama sembilan hari berturut-turut. Indeks Shanghai tergelincir 0,21% atau 6,70 poin menjadi 3.238,15 dan Shenzhen turun tipis 0,17% atau 2,15 poin, ke level 1.845,81.
Di awal perdagangan, indeks dibuka turun turun 0,01% atau 0,68 poin ke level 5.824,53. Sepanjang Jumat ini, indeks diperdagangkan di kisaran 5.760,96-5.831,46.
Adanya peringkat layak investasi di level BBB-/positive outlook dari Fitch Ratings, gagal untuk mempengaruhi indeks berada di zona positif seperti di awal pekan ini. Miskinya sentimen positif serta faktor eksternal, yaitu rontoknya bursa Asia akibat menguatnya euro turut menjadi pendorong.
Mayoritas sektor saham berada di zona merah, dengan aneka industri terperosok paling dalam dengan turun 3,28%, disusul manufaktur jatuh 1,51%, dan konsumer turun 1,22%. Satu-satunya hasil positif dicatat sektor saham perkebunan yang naik 0,37%.
Dari 476 saham yang diperdagangkan, 222 saham tertekan, 127 menguat, dan 127 stagnan. Nilai transaksi saham mencapai Rp4,56 triliun dari 6,15 miliar saham yang diperdagangkan. Asing tercatat melakukan net sell Rp392,84 miliar, dimana aksi jual asing Rp1,74 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp1,35 triliun.
Sementara itu, mayoritas pasar Asia ditutup melemah karena menguatnya mata uang euro ke level tertinggi setelah dua tahun. Mengutip dari CNBC, Jumat (21/7), indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,22% atau 44,84 poin, ditutup pada 20.099,75. Tapi Kospi Korea Selatan naik 0,34% atau 8,22 poin ke 2.450,06.
ASX 200 Australia diperdagangkan turun 0,67% atau 38,653 poin, berakhir pada 5.722,84, akibat menurunnya saham energi sebesar 1,07% dan saham material sebesar 1,36%.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,16%, setelah berkibar selama sembilan hari berturut-turut. Indeks Shanghai tergelincir 0,21% atau 6,70 poin menjadi 3.238,15 dan Shenzhen turun tipis 0,17% atau 2,15 poin, ke level 1.845,81.
(ven)
Lihat Juga :