BI dan MUI Rumuskan Tiga Langkah Kembangkan Ekonomi Syariah

Senin, 24 Juli 2017 - 19:27 WIB
BI dan MUI Rumuskan...
BI dan MUI Rumuskan Tiga Langkah Kembangkan Ekonomi Syariah
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkomitmen meningkatkan koordinasi dalam hal peningkatan pasar keuangan syariah. Peningkatan koordinasi ini untuk mendongkrak potensi pasar keuangan syariah yang saat ini porsinya hanya 5,17%.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menjelaskan, pencapaian angka pasar keuangan syariah di angka 5% tersebut tidak lepas dari terbentuknya Bank Pembangunan Daerah Aceh yang dinobatkan sebagai bank syariah.

"Jadi jika melihat dari potensi, Indonesia itu besar sekali. Tapi kita justru bukan jadi pemain, tapi jadi target pasar. Maka dari itu, kita sama-sama komitmen untuk mengembangkan pasar syariah ini," kata Agus di Gedung Bank Indonesia, Senin (24/7/2017).

Selain pasar keuangan syariah, hal yang akan dikembangkan dan akan didukung Bank Indonesia adalah halal food, halal fashion, halal farmasi, halal kosmetik dan lain sebagainya.

Baca: BI Dorong Peran Ekonomi Syariah dalam Pertumbuhan Ekonomi

Demi mencapai itu, ada tiga langkah yang coba dilakukan dan diperkuat pelaksanaannya. Pertama, pengembangan usaha syariah, mulai dengan peningkatan peningkatan pembiayaan UMKM hingga usaha besar yang berbasis syariah.

Kedua, Bank Indonesia dan MUI melalui Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) akan menggagas peningkatan produk keuangan syariah. Dengan begitu bisa menjadi pilihan bagi para investor. Kemudian yang ketiga, keduanya sepakat untuk menjaga Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dari sentimen sektor syariah.

"Jangan sampai neraca pembayaran terganggu karena banyak permintaan barang dan jasa halal syariah yang kemudian kita tidak bisa penuhi. Jadi malah meningkatkan impor, menjadi tekanan neraca pembayaran," tegas Agus.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI Kyai Haji Maruf Amin menganggap sudah saatnya ekonomi syariah berjaya di Indonesia. Dia mengatakan, sebetulnya MUI dan pemerintah pernah menggagas pemberdayaan ekonomi syariah dengan kebijakan pengembangan dari atas ke bawah.

"Tapi kenyataannya yang dari atas ini bocor ke bawah. Kebijakan ini harus kita balik, dari bawah baru ke atas. Umat itu jadi pilar utama dalam pengembangan ekonomi syariah," pungkas Maruf.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Laporan BI: KPR Kini...
Laporan BI: KPR Kini jadi Andalan Bank Syariah
Alasan Muhammadiyah...
Alasan Muhammadiyah Tarik Duit dari Bank Syariah Hasil Merger
Bulan Depan Bank Syariah...
Bulan Depan Bank Syariah Indonesia Siap Tantang Bank-Bank Besar
Hery Gunardi Janjikan...
Hery Gunardi Janjikan Bank Syariah Indonesia Bukan Sekedar Penggabungan Bank Saja
Bank Syariah Indonesia...
Bank Syariah Indonesia Diminta Jangan Jadi 'Predator' Bank Syariah Lainnya
Cost of Fund Turun,...
Cost of Fund Turun, Bos BSI Pede Bersaing dengan Bank Konvensional
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
1 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
1 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
2 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
2 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
2 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved