Pengesahan Perppu AEoI Menjadi UU, Awal Reformasi Fiskal di Indonesia

Selasa, 25 Juli 2017 - 19:02 WIB
Pengesahan Perppu AEoI...
Pengesahan Perppu AEoI Menjadi UU, Awal Reformasi Fiskal di Indonesia
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengungkapkan, dengan disetujuinya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Pemeriksaan Perpajakan menjadi undang-undang, maka reformasi fiskal telah dimulai.

Bank Indonesia menyambut baik keputusan dari anggota fraksi-fraksi di Komisi XI DPR semalam dalam menyampaikan pendapatnya. Baca: Alhamdulilah DPR Setuju Perppu AEoI Jadi Undang-undang

Perppu ini sendiri, pada hari Kamis depan akan dibawa ke sidang paripurna. Dan jika disetujui untuk dibahas dalam bentuk UU, maka itu sejalan dengan komitmen Indonesia di forum global.

"Itu menunjukan bahwa kita bisa memiliki UU untuk AEoI 2018. Dan ini adalah awal dari reformasi fiskal yang lebih maju lagi. Karena kita mengetahui salah satu prioritas pemerintah melakukan reformasi fiskal dan tentu reformasi struktural. Dan pasti berhubungan dengan aktivitas di sektor riil," ungkapnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Agus melanjutkan, untuk reformasi fiskal memang langkah utama yang dibutuhkan adalah memperbaiki struktur penerimaan negara dan memperbaiki struktur alokasi ataupun pengeluaran anggaran agar alokasi dan realisasi anggaran lebih baik.

"Adanya AEoI ini memungkinkan dibangunnya reformasi fiskal, khususnya perbaikan penerimaan negara ke depan," ungkap dia.

Terlebih lagi, lanjutnya, sama-sama diketahui bahwa untuk penerimaan negara, tax rationya ada di kisaran 11% atau lebih rendah dari angka itu. Padahal Indonesia sendiri pernah mengalami periode tax ratio di kisaran 12%-13%.

"Dengan adanya UU ini, kita melihat langkah-langkah berikutnya bisa dilaksanakan, misalnya menyelesaikan RUU KUP, RUU pajak penghasilan, PNBP, sampai dengan UU lainnya. Ini akan baik untuk kesehatan fiskal Indonesia ke depan," pungkas Agus.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank Indonesia Kembali...
Bank Indonesia Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%
Thomas Djiwandono Blak-blak...
Thomas Djiwandono Blak-blak Soal Sinergi Fiskal dan Moneter di Masa Depan
Hattrick: Penguatan...
Hattrick: Penguatan Fondasi Fiskal Indonesia
TIMING
TIMING
Belanja Perpajakan RI...
Belanja Perpajakan RI Tembus Rp323,5 Triliun di 2022, Berikut Rinciannya
Tahun Ini, Penerimaan...
Tahun Ini, Penerimaan Pajak Diproyeksi Minus 9,2%
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
46 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
48 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved