Lindungi Konsumen, YLKI Ingatkan Label Produk Harus Sesuai

Kamis, 27 Juli 2017 - 21:46 WIB
Lindungi Konsumen, YLKI...
Lindungi Konsumen, YLKI Ingatkan Label Produk Harus Sesuai
A A A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyikapi maraknya produk makanan dan minuman yang tidak sesuai dengan label dan peruntukan. Salah satunya produk susu kental manis (SKM) yang memiliki kadar gula tinggi.

Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi melihat ada kekeliruan yang disampaikan sejumlah produsen dalam mengiklankan produk SKM. Di mana sebenarnya SKM memiliki kandungan gula dan lemak yang tinggi, sedangkan kalsiumnya rendah dan hal itu dapat berdampak buruk bagi kesehatan konsumen terutama anak-anak.

"SKM itu memang tidak bagus karena kandungan gulanya sangat tinggi, sementara kandungan kalsiumnya sangat rendah. Dampaknya sangat buruk bagi anak-anak karena hanya akan menghasilkan kegemukan dan obesitas. Jadi sebaiknya hindari anak meminum SKM dan ganti dengan susu murni," ujar Tulus, Kamis (27/7/2017).

Dia menyatakan terkait dengan iklan yang menyebutkan susu kental manis merupakan minuman bergizi dan baik untuk kesehatan, YLKI meminta untuk diluruskan. Setiap label produk harus sesuai.

"Dari sisi labeling memang tidak fair karena sebenarnya lebih layak disebut minum gula daripada minum susu," ungkapnya.

Terkait hal ini, Tulus memandang belum ada regulasi yang mengatur sehingga perlu mendapat perhatian pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Sampai detik ini belum ada regulasi yang melarang. Tapi seharusnya ini menjadi perhatian Kemenkes. Untuk apa Kemenkes kampanye kurangi garam gula dan lemak tapi membiarkan SKM?," jelasnya.

Hal sedana disampaikan pemerhati anak Seto Mulyadi. Dia mengkritisi masih banyak iklan produk makanan dan minuman yang mengklaim baik serta menyehatkan dikonsumsi untuk anak-anak Indonesia. Padahal, kadar gulanya sangat tinggi.

"Ini artinya informasi mengenai kesehatan harus terus menerus diinformasikan pemerintah. Anak-anak secara tidak sadar masih sering mengkonsumsi produk yang tidak laik seperti permen, coklat juga susu kental manis karena pengaruh iklan yang tidak sesuai," tandas pria yang akrab disapa Kak Seto ini.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengaduan Konsumen Indonesia...
Pengaduan Konsumen Indonesia Masih Rendah, Belum di Level Kritis
Ada Versi Abal-abal,...
Ada Versi Abal-abal, YLKI Tegaskan Tak Miliki Cabang
Peduli Lingkungan, Kemasan...
Peduli Lingkungan, Kemasan Air Minum Galon Sekali Pakai Dikritik
YLKI: Kualitas BBM Lebih...
YLKI: Kualitas BBM Lebih Penting Ketimbang Penurunan Harga
Awas Tertipu Saat Belanja...
Awas Tertipu Saat Belanja Online, Ikuti Tips YLKI Ini
Harga Meterai Jadi Rp10...
Harga Meterai Jadi Rp10 Ribu Dinilai Kemahalan, YLKI: Berimplikasi Panjang
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
1 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
1 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
1 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
2 jam yang lalu
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved