Monsanto Dorong Penggunaan Benih Hibrida

Sabtu, 29 Juli 2017 - 03:18 WIB
Monsanto Dorong Penggunaan...
Monsanto Dorong Penggunaan Benih Hibrida
A A A
SURABAYA - Saat ini tantangan utama yang dihadapi petani jagung di Jawa Timur (Jatim) adalah penyakit bulai. Penyakit ini mampu menurunkan produktifitas jagung hingga mengakibatkan gagal panen atau puso.

Hal itu dikatakan Seed Busines Manager PT Karisma Indoagro Universal, mitra pemasaran Monsanto di wilayah Jatim, Boomo Teguh Samsono. Menurutnya, akhir-akhir ini tanaman jagung sangat rentan terhadap penyakit bulai yang bisa membuat tanaman gagal panen. Maka, pihaknya terus menyosialisasikan penggunaan benih jagung berkualitas. Sehingga, petani tetap mendapat hasil maksimal yang berpengaruh terhadap penghasilan petani.

"Kami terus mensosialisasikan pada para petani mengenai pentingnya penggunaan benih unggulan untuk meningkatkan produktifitas serta mencegah penyakit tanaman," katanya, Jumat (28/7/2017).

Benih unggulan yang dimaksud adalah DEKALB DK959 dan DK771. Benih ini diklaim cocok ditanam di lahan sawah bekas padi yang mempunyai sistem irigasi. Benih ini menawarkan hasil produksi yang lebih tinggi, mencapai rata rata 9-10 ton per hektare, toleran penyakit bulai dan cocok ditanam di musim kemarau.

"Saat ini sudah semakin banyak petani yang sadar keunggulan penggunaan benih jagung hibrida berkualitas, karenanya permintaan kami juga terus meningkat," ujar Boomo.

Di sisi lain, Monsanto Indonesia berencana meningkatkan volume ekspor herbisida (pembasmi gulma) ke Autralia tahun depan. Perseroan memprediksi volume ekspor sarana produksi pertanian tersebut akan tumbuh hingga 100%. Australia merupakan pasar ekspor utama produk herbisida, selain Jepang dan Korea Selatan. Australia mengambil porsi lebih dari 90 % ekspor herbisida.

"Untuk pasar ekspor ke Australia kami ada merek Roundup Biactive, Roundup Ultramax dan Roundup CT Broadacre," ujar Site Lead PT Monago Kimia (anak usaha Monsanto Indonesia), Muhammad Zoel Akbar.

Direktur Corporate Engagement Monsanto Indonesia Herry Kristanto mengungkapkan, pasar herbisida di Australia mencapai 85 juta liter per tahunnya. Artinya, masih ada peluang besar bagi perusahaan untuk menggenjot pemasaran ke Australia. Herbisida Roundup di Australia diperuntukkan untuk pemeliharaan tanaman kapas dan beberapa tanaman lainnya.

Adapun di Indonesia untuk perkebunan kelapa sawit, karet, kakao, teh dan juga tanaman pangan. "Herbisida Roundup menguasai 35%-40% pangsa pasar dalam negeri dan kapasitas produksi terpasang mencapai 22 juta liter per tahun," ungkapnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wah, Harga Jagung di...
Wah, Harga Jagung di Indonesia Lebih Mahal Daripada di Amerika
Mentan SYL Beberkan...
Mentan SYL Beberkan 3 Tahap Menangani Ekosistem Jagung
Benih Jagung Pasuruan...
Benih Jagung Pasuruan Tembus Pasar Meksiko
Tepis Isu Jagung Langka,...
Tepis Isu Jagung Langka, Mentan: Secara Faktual dan Nyata, Stok Jagung Normal
Mentan Instruksikan...
Mentan Instruksikan Percepatan Tanam Saat Panen Jagung di Jeneponto
Petani Jember Tanam...
Petani Jember Tanam Jagung Perkuat Pangan Lokal
Berita Terkini
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
9 menit yang lalu
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
58 menit yang lalu
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
2 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
3 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
3 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
12 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Komisi Eropa...
3 Alasan Komisi Eropa Dorong UE Miliki Blok Pertahanan Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved