Penertiban Impor Langkah Kemenkeu Jawab Tantangan Masyarakat

Selasa, 01 Agustus 2017 - 13:09 WIB
Penertiban Impor Langkah...
Penertiban Impor Langkah Kemenkeu Jawab Tantangan Masyarakat
A A A
JAKARTA - Program Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC) yang bergulir sejak Desember 2016, pada semester I/2017 pencapaiannya sebesar 95% dari target. Sementara, secara keseluruhan target capaian PRKC yang dijadwalkan selesai pada 2020 telah mencapai 12%.

Tema besar program ini meliputi penguatan integritas, budaya organisasi dan kelembagaan, optimalisasi penerimaan, penguatan fasilitasi, serta efisiensi pelayanan dan efektivitas pengawasan.

Beberapa program unggulan, seperti penerapan program coaching, mentoring, dan counseling pegawai untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Lalu joint program dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan otomasi manajemen pengawasan telah dijalankan.

Hal ini termasuk Penertiban Importir Berisiko Tinggi (PIBT) yang merupakan program yang disorot pada kuartal II/2017. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan, PIBT merupakan langkah nyata Kemenkeu dalam menjawab tantangan dari masyarakat yang menginginkan perdagangan ilegal dapat diberantas.

"Seperti praktik penghindaran fiskal serta penghindaran pemenuhan perizinan barang larangan dan atau pembatasan (lartas)," ujarnya di Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Setelah komitmen bersama antara Menkeu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kepala Kepolisian Negara RI, Panglima TNI, Jaksa Agung, KPK, PPATK, dan Kantor Staf Presiden di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada 12 Juli 2017, program PIBT menunjukkan hasil positif.

Hal tersebut ditunjukkan dengan semakin menurunnya persentase impor berisiko tinggi yang jumlahnya selama ini tidak lebih 5% dari seluruh kegiatan impor atau ekspor di Indonesia. Selain itu, importir berisiko tinggi yang melakukan aktivitas setiap hari, jumlahnya menurun rata-rata sebesar 66%.

"Importasi oleh importir berisiko tinggi jumlahnya juga menurun rata-rata sebesar 70%. Selanjutnya, tingkat kepatuhan importir berisiko tinggi sudah menunjukkan perbaikan," jelas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Bebaskan Bea...
Menkeu Bebaskan Bea Masuk dan Pajak Impor 73 Jenis Barang Penanganan Covid-19
Lewat CEISA, Pekerja...
Lewat CEISA, Pekerja Migran Makin Mudah Kirim Barang ke Indonesia
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
8 menit yang lalu
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
20 menit yang lalu
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
31 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
42 menit yang lalu
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
1 jam yang lalu
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
2 jam yang lalu
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved