Dow Jones Tembus 22.000 untuk Pertama Kalinya
Rabu, 02 Agustus 2017 - 21:08 WIB
Dow Jones Tembus 22.000 untuk Pertama Kalinya
A
A
A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat yaitu indeks Dow Jones Industrial Average menembus level 22.000 untuk pertama kalinya, didukung oleh reli saham Apple setelah kinerja kuartal II 2017 mereka mencatat hasil gemilang.
Mengutip dari Business Insider, Rabu (2/8/2017), indeks Dow Jones pada perdagangan Rabu ini naik 45,28 poin atau 0,21% ke level 22.009,20. Dan secara year-on-year, Dow Jones telah meningkat hingga 11,5%. Para pedagang sendiri memilih mengabaikan administrasi Presiden Donald Trump dengan berfokus kepada pertumbuhan pendapatan sejumlah emiten.
Pada Selasa kemarin, saham Apple tumbuh kuat melampaui ekspektasi analis. Saham perusahaan besutan almarhum Steve Jobs itu reli ke rekor pada hari Rabu ini, dengan naik 6% menjadi USD159,65 per lembar saham.
Meski sebagian besar data ekonomi AS mengecewakan, namun pasar saham AS alias Wall Street pada pekan ini menangguk untung, dengan kenaikan saham-saham teknologi.
Pedagang pun akhirnya mengabaikan rilis penjualan mobil bulan Juli yang kurang bergairah, serta lappran payroll ADP yang menunjukkan pertambahan 178.000 tenaga kerja pada bulan Juli, yang lebih sedikit dari perkiraan.
Mengutip dari Business Insider, Rabu (2/8/2017), indeks Dow Jones pada perdagangan Rabu ini naik 45,28 poin atau 0,21% ke level 22.009,20. Dan secara year-on-year, Dow Jones telah meningkat hingga 11,5%. Para pedagang sendiri memilih mengabaikan administrasi Presiden Donald Trump dengan berfokus kepada pertumbuhan pendapatan sejumlah emiten.
Pada Selasa kemarin, saham Apple tumbuh kuat melampaui ekspektasi analis. Saham perusahaan besutan almarhum Steve Jobs itu reli ke rekor pada hari Rabu ini, dengan naik 6% menjadi USD159,65 per lembar saham.
Meski sebagian besar data ekonomi AS mengecewakan, namun pasar saham AS alias Wall Street pada pekan ini menangguk untung, dengan kenaikan saham-saham teknologi.
Pedagang pun akhirnya mengabaikan rilis penjualan mobil bulan Juli yang kurang bergairah, serta lappran payroll ADP yang menunjukkan pertambahan 178.000 tenaga kerja pada bulan Juli, yang lebih sedikit dari perkiraan.
(ven)
Lihat Juga :