IHSG Naik 5,96 Poin, Bursa Asia Menguat Berkat Sanksi Korea Utara
Senin, 07 Agustus 2017 - 09:28 WIB
IHSG Naik 5,96 Poin, Bursa Asia Menguat Berkat Sanksi Korea Utara
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (7/8/2017) dibuka menguat 5,96 poin atau 0,10% ke level 5.783,44.
Pada Jumat akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah 3,09 poin setara 0,05% ke level 5.777,48. Dari 231 saham yang diperdagangkan, 96 naik, 106 stagnan, dan 29 melemah. Nilai transaksi bersih asing Rp22,90 miliar, dengan aksi jual asing Rp30,50 miliar dan aksi beli asing Rp53,40 miliar.
Mayoritas sektor saham dibuka menguat, dengan aneka industri bertambah 0,53%, disusul pertambangan 0,41%. Sementara satu-satunya pelemahan terjadi pada saham infrastruktur yang turun 0,01%.
Kenaikan bursa dalam negeri seiring dengan menguatnya pasar saham Asia pada hari ini. Mengutip dari CNBC, Senin ini, bursa Asia menguat karena sentimen investor atas meningkatnya data tenaga kerja AS yang dilansir akhir pekan lalu dan investor mencerna sanksi Dewan Keamanan PBB atas uji coba rudal balistik Korea Utara.
Ekonomi AS di bawah Donald Trump kembali melaju, dimana Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan data pekerjaan bulan Juli bertambah 209.000, lebih tinggi dari ekspektasi sebesar 183.000.
Sanksi PBB itu bisa mengurangi pendapatan ekspor tahunan Pyongyang sebesar USD3 miliar per tahun. Meski beberapa kalangan mengatakan sanksi tersebut tidak akan menghalangi ambisi Kim Jong-un atas senjata nuklir.
Indeks Nikkei 225 Jepang pun dibuka naik 0,48% dan indeks Topix Jepang juga bertambah 0,49%. Menyeberang Selat Korea, Kospi menguat 0,35%.
Sementara itu, ASX 200 Australia naik 0,76%, meski saham Commonwealth Bank turun 0,48%, atas "kesalahan pengkodean" pada perangkat lunak mereka. Kenaikan bursa Australia berkat menguatnya saham-saham pertambangan seperti Rio Tinto naik 1,7%, Fortescue bertambah 1,84%, dan BHP Billiton naik 1,8%.
Pada Jumat akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah 3,09 poin setara 0,05% ke level 5.777,48. Dari 231 saham yang diperdagangkan, 96 naik, 106 stagnan, dan 29 melemah. Nilai transaksi bersih asing Rp22,90 miliar, dengan aksi jual asing Rp30,50 miliar dan aksi beli asing Rp53,40 miliar.
Mayoritas sektor saham dibuka menguat, dengan aneka industri bertambah 0,53%, disusul pertambangan 0,41%. Sementara satu-satunya pelemahan terjadi pada saham infrastruktur yang turun 0,01%.
Kenaikan bursa dalam negeri seiring dengan menguatnya pasar saham Asia pada hari ini. Mengutip dari CNBC, Senin ini, bursa Asia menguat karena sentimen investor atas meningkatnya data tenaga kerja AS yang dilansir akhir pekan lalu dan investor mencerna sanksi Dewan Keamanan PBB atas uji coba rudal balistik Korea Utara.
Ekonomi AS di bawah Donald Trump kembali melaju, dimana Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan data pekerjaan bulan Juli bertambah 209.000, lebih tinggi dari ekspektasi sebesar 183.000.
Sanksi PBB itu bisa mengurangi pendapatan ekspor tahunan Pyongyang sebesar USD3 miliar per tahun. Meski beberapa kalangan mengatakan sanksi tersebut tidak akan menghalangi ambisi Kim Jong-un atas senjata nuklir.
Indeks Nikkei 225 Jepang pun dibuka naik 0,48% dan indeks Topix Jepang juga bertambah 0,49%. Menyeberang Selat Korea, Kospi menguat 0,35%.
Sementara itu, ASX 200 Australia naik 0,76%, meski saham Commonwealth Bank turun 0,48%, atas "kesalahan pengkodean" pada perangkat lunak mereka. Kenaikan bursa Australia berkat menguatnya saham-saham pertambangan seperti Rio Tinto naik 1,7%, Fortescue bertambah 1,84%, dan BHP Billiton naik 1,8%.
(ven)
Lihat Juga :