Rupiah Berakhir Melemah 5 Poin ke Rp13.321/USD
Senin, 07 Agustus 2017 - 17:25 WIB
Rupiah Berakhir Melemah 5 Poin ke Rp13.321/USD
A
A
A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan Senin (7/8/2017) di indeks Bloomberg, melemah 5 poin atau 0,04% di level Rp13.321 per USD. Sebelumnya pada akhir pekan lalu, rupiah ditutup di level Rp13.316 per USD. Hari ini, mata uang NKRI diperdagangkan di Rp13.312-Rp13.324 per USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah pada perdagangan hari ini ditutup jatuh 9 poin atau 0,07% ke posisi Rp13.324 per USD, dimana pada Jumat akhir pekan lewat berakhir di Rp13.315 per USD. Senin ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.313-Rp13.26 per USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada penutupan Senin ini berada di Rp13.320 per USD, terdepresiasi tiga poin dari pembukaan pagi tadi di level Rp13.317 per USD.
Rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2017 sebesar 5,01%, yang di bahwa ekspektasi gagal mengangkat rupiah. Sementara dolar AS masih berkibar setelah data Tenaga Kerja Amerika melaporkan peningkatan lapangan kerja sebesar 209.000, melebihi ekspektasi sebesar 183.000.
Mengutip dari CNBC, Senin ini, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang rival utama, diperdagangkan pada level 93,441. "Pencatatan rekor pada indeks Dow Jones pada akhir pekan dan data pekerjaan yang kuat menjadi tembakan kuat mendorong dolar," ujar ekonom senior Mizuho Bank, Vishnu Varathan.
Rick Rieder, kepala investasi global di BlackRock mengatakan, naiknya tenaga kerja akan membuat Federal Reserve kemungkinan menguatkan angka inflasi.
Kenaikan indeks USD membuat yen Jepang terpukul ke level 110,73 pada pukul 15.12 waktu HK/SIN, dimana sebelumnya berada di 110,00 dalam sepekan terakhir.
Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah pada perdagangan hari ini ditutup jatuh 9 poin atau 0,07% ke posisi Rp13.324 per USD, dimana pada Jumat akhir pekan lewat berakhir di Rp13.315 per USD. Senin ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.313-Rp13.26 per USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada penutupan Senin ini berada di Rp13.320 per USD, terdepresiasi tiga poin dari pembukaan pagi tadi di level Rp13.317 per USD.
Rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2017 sebesar 5,01%, yang di bahwa ekspektasi gagal mengangkat rupiah. Sementara dolar AS masih berkibar setelah data Tenaga Kerja Amerika melaporkan peningkatan lapangan kerja sebesar 209.000, melebihi ekspektasi sebesar 183.000.
Mengutip dari CNBC, Senin ini, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang rival utama, diperdagangkan pada level 93,441. "Pencatatan rekor pada indeks Dow Jones pada akhir pekan dan data pekerjaan yang kuat menjadi tembakan kuat mendorong dolar," ujar ekonom senior Mizuho Bank, Vishnu Varathan.
Rick Rieder, kepala investasi global di BlackRock mengatakan, naiknya tenaga kerja akan membuat Federal Reserve kemungkinan menguatkan angka inflasi.
Kenaikan indeks USD membuat yen Jepang terpukul ke level 110,73 pada pukul 15.12 waktu HK/SIN, dimana sebelumnya berada di 110,00 dalam sepekan terakhir.
(ven)