Rupiah Naik 2 Poin, Dolar Menunggu Data Inflasi AS
Selasa, 08 Agustus 2017 - 10:29 WIB
Rupiah Naik 2 Poin, Dolar Menunggu Data Inflasi AS
A
A
A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa (8/8/2017) di indeks Bloomberg, dibuka naik 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.319 per USD. Senin lalu, rupiah ditutup di level Rp13.321 per USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah pada perdagangan Selasa ini dibuka menguat 2 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.316 per USD, dimana pada Senin kemarin ditutup di Rp13.318 per USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada Selasa ini dibuka di level Rp13.316 per USD, terapresiasi 4 poin dari penutupan kemarin di Rp13.320 per USD.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mata uang NKRI pada Selasa ini dipatok Rp13.319 per USD, alias sama dengan patokan Senin lalu.
Rupiah yang menguat tipis seiring dengan data cadangan devisa Juli yang meningkat. Yang menunjukkan bahwa Indonesia masih terlihat menarik di mata investor, baik luar maupun domestik.
Adapun dolar AS menguat pada perdagangan Asia di Selasa ini, karena investor sedang menunggu data inflasi Amerika Serikat. Data inflasi yang ciamik ditambah kenaikkan lapangan kerja kembali memberi harapan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini.
Mengutip Reuters, indeks USD yang mengukur terhadap enam mata uang saingan utama, stabil di level 93,412. "Setelah data tenaga kerja dan inflasi, kita akan melihat The Fed ke depan, dimana 50% kemungkinan melakukan satu kenaikan suku bunga pada tahun ini," kata Bill Northey, kepala investasi di US Bank Private Client Group di Helena, Montana.
Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah pada perdagangan Selasa ini dibuka menguat 2 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.316 per USD, dimana pada Senin kemarin ditutup di Rp13.318 per USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada Selasa ini dibuka di level Rp13.316 per USD, terapresiasi 4 poin dari penutupan kemarin di Rp13.320 per USD.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mata uang NKRI pada Selasa ini dipatok Rp13.319 per USD, alias sama dengan patokan Senin lalu.
Rupiah yang menguat tipis seiring dengan data cadangan devisa Juli yang meningkat. Yang menunjukkan bahwa Indonesia masih terlihat menarik di mata investor, baik luar maupun domestik.
Adapun dolar AS menguat pada perdagangan Asia di Selasa ini, karena investor sedang menunggu data inflasi Amerika Serikat. Data inflasi yang ciamik ditambah kenaikkan lapangan kerja kembali memberi harapan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini.
Mengutip Reuters, indeks USD yang mengukur terhadap enam mata uang saingan utama, stabil di level 93,412. "Setelah data tenaga kerja dan inflasi, kita akan melihat The Fed ke depan, dimana 50% kemungkinan melakukan satu kenaikan suku bunga pada tahun ini," kata Bill Northey, kepala investasi di US Bank Private Client Group di Helena, Montana.
(ven)