Harga Garam Mahal, Produksi Ikan Asin Tersendat

Selasa, 08 Agustus 2017 - 12:10 WIB
Harga Garam Mahal, Produksi...
Harga Garam Mahal, Produksi Ikan Asin Tersendat
A A A
SURABAYA - Produsen ikan asin di Kenjeran Surabaya mulai menjerit dengan mahalnya harga garam. Pasalnya hal itu membuat produksi ikan asin di kawasan Bulak serta Kenjeran yang selama ini dikenal sebagai sentra ikan kering tersendat.

Husni, 54, salah satu produsen ikan asin menuturkan, sudah hampir sepekan ini dirinya sudah tidak lagi memproduksi ikan asin karena harga garam yang mahal. Kalau diteruskan, Ia mengaku tak bisa mendapatkan keuntungan sama sekali dengan harga garam saat ini.

“Daripada tekor (rugi) lebih baik berhenti dulu. Siapa tahu dalam beberapa hari ke depan harga bisa turun dan kembali normal,” ujar Husni.

Ia melanjutkan, harga garam di pasaran sudah melampaui kemampuan para produsen ikan asin. Apalagi saat ini harganya sudah menembus Rp4.300 per kilogram (Kg). Harga yang ada saat ini tentu jauh di atas harga normal yang berkisar sekitar Rp2.500 per Kg. Garam yang dibeli perajin ikan asin bukan garam konsumsi, karena belum dicampur zat iodium.

“Kalau harganya normal bisa beli garam tiap hari 1 ton lebih. Kalau harga yang sekarang kami jelas nggak sanggup lagi untuk membeli, nggak cukup untuk balik modalnya” ungkapnya.

Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jatim Muhammad Hasan menjelaskan, para petani garam saat ini memang memilih memanen lebih cepat garamnya. Mereka sengaja panen lebih cepat karena khawatir ada perubahan cuaca secara mendadak. Apalagi dalam beberapa hari terakhir masih saja ada curah hujan yang turun.

“Meskipun hasil garam tidak banyak, yang penting bisa terjual. Mumpung harga garam melambung tinggi,” katanya.

Sebelumnya, harga garam per ton rata-rata Rp500 ribu. Sejak dua bulan terakhir, satu ton garam bisa seharga Rp3-4 juta tergantung kualitas. Petani di Sumenep biasanya menjual garam dengan hitungan sak atau karung.

Setiap satu sak garam dibanderol Rp180 ribu. Bahkan jika kualitasnya bagus, satu sak garam laku seharga Rp200 ribu. Satu ton garam sebanyak 20 sak. Dalam satu ton, petani bisa menjual garam seharga Rp4 juta. Harga garam semahal itu tidak pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Produksi Garam Sulsel...
Produksi Garam Sulsel Terus Turun Dalam 2 Tahun Terakhir
Produksi dan Kebutuhan...
Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam
Pakar UI: Garam Bermutu...
Pakar UI: Garam Bermutu Dihasilkan Dari Panen di Atas Meja Garam
APGRI Beberkan Penyebab...
APGRI Beberkan Penyebab Indonesia Selalu Impor Garam
Industri Pengguna Garam...
Industri Pengguna Garam Bisa Tenang, Ada Jaminan Pasokan dari Kemenperin
KPPU Endus Ada potensi...
KPPU Endus Ada potensi Rente di Impor Garam
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
18 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
35 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved