Darmin Ungkap Penyebab Orang Miskin Makin Banyak

Rabu, 09 Agustus 2017 - 13:45 WIB
Darmin Ungkap Penyebab...
Darmin Ungkap Penyebab Orang Miskin Makin Banyak
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui bahwa penurunan angka kemiskinan di Indonesia berjalan lambat. Salah satunya disebabkan harga pangan yang stabil dan cenderung menurun dalam beberapa waktu belakangan, tidak dirasakan manfaatnya oleh petani.

Menurutnya, selama ini harga pangan cenderung selalu meningkat. Namun, dalam dua tahun belakangan pemerintah bisa memperlambat peningkatannya, sehingga harga pangan cukup stabil dan cenderung menurun.

(Baca: JK: Perbedaan Gaji yang Tinggi Penyebab Ketimpangan di RI )

Sayangnya, nilai tukar petani pada Juli 2017 turun 0,83% dibanding 2016. Hal tersebut menandakan bahwa perbaikan harga pangan tidak menguntungkan petani.

"Dua tahun terakhir kita bisa memperlambat pertumbuhannya (harga pangan). Tapi nilai tukar petani turun, juli 2017 turun 0,83% dibanding akhir 2016 dan sebelumnya juga turun. Artinya perbaikan harga pangan kelihatannya tidak menguntungkan bagi petani," kata dia di Gama Tower, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

(Baca: JK Ungkap Perbedaan RI dan AS Hadapi Ketimpangan )

Mantan Gubernur BI ini menilai, hal tersebut terjadi karena para petani tidak bisa menyimpan produknya. Begitu panen raya, petani harus segera menjualnya, maka pemerintah harus segera mencari solusi agar harga pangan tetap stabil namun petani juga diuntungkan. "Itu satu faktor yang di pemerintah merupakan isu yang harus dicari solusinya," imbuhnya.

Selanjutnya, lanjut dia, perlambatan penurunan kemiskinan juga terjadi karena penyaluran bantuan sosial yang belum tepat sasaran. Pemerintah juga sedang berusaha memperbaikinya, dengan mempertajam sasaran dan mengubah ranstra menjadi bantuan nontunai.

(Baca: Bappenas Klaim Program Redistribusi Aset Atasi Kemiskinan )

"Kelihatannya faktor kedua yang sangat krusial untuk memperbaiki kemiskinan dan ketimpangan. Kita sudah harus membuat lebih konfergen bantuan kita kepada yang berhak. Kalau tidak maka penurunan tingkat kemiskinan dan ketimpangan makin lama makin sulit. Bahkan ada yang menyatakan menembus angka 10% itu pasti lebih sulit," tutur Darmin.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
5 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
47 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved