Rupiah Melemah ke Rp13.343, Yen Menguat Imbas Ketegangan AS-Korut

Rabu, 09 Agustus 2017 - 17:47 WIB
Rupiah Melemah ke Rp13.343,...
Rupiah Melemah ke Rp13.343, Yen Menguat Imbas Ketegangan AS-Korut
A A A
JAKARTA - Kurs rupiah pada dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan di pasar spot, Rabu (9/8/2017) semakin melemah kendati indeks USD terpapar akibat ketegangan Amerika Serikat dengan Korea Utara. Rupiah di indeks Bloomberg melemah 20 poin atau 0,15% ke Rp13.333 per USD.

Awal perdagangan, rupiah dibuka jatuh 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.328 per USD, dibanding penutupan kemarin di Rp13.313 per USD. Sepanjang hari ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp13.320-Rp13.343 per USD.

Yahoo Finance mencatat rupiah berakhir terkapar 33 poin atau 0,25% ke level Rp13.343 per USD. Saat pembukaan, mata uang NKRI jatuh 31 poin atau 0,23% ke Rp13.341 per USD, dibanding penutupan Selasa lalu di Rp13.310 per USD. Rabu ini rupiah bergerak di Rp13.309-Rp13.351 per USD.

Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, pada Rabu ini, rupiah ditutup di level Rp13.343 per USD, terdepresiasi lima poin dari saat pembukaan di level Rp13.338 per USD.

Miskinnya sentimen positif dalam negeri gagal mengangkat rupiah pada hari ini, kendati indeks USD jatuh akibat faktor geopolitik, dimana Presiden AS Donald Trump mengirim sinyal siap menyerang Korea Utara jika rezim Kim Jong-un menyerang wilayah AS di Guam, Samudera Pasifik.

Mengutip dari Reuters, para investor memilih ke safe haven aset. Alhasil, kurs dolar jatuh terhadap yen sevesar 0,4% menjadi 109,890, merupakan yang terlemah sejak 15 Juni 2017. Yen pun mengambil untung dari dolar Australia, dengan menjadi 90 yen, setelah turun 1% ke level terendah satu bulan di 86,43 yen.

Selain geopolitik, imbal hasil treasury AS yang turun 3 basis poin juga membebani USD. Indeks USD yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang saingan utama stagnan di 93,633, setelah menyentuh puncak tertinggi 11 hari di 93,876 semalam. Namun USD masih menguat terhadap euro 0,2% menjadi USD1,1726 EUR, imbas data pekerja AS bulan Juli.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
ORI, Simbol Kemerdekaan...
ORI, Simbol Kemerdekaan Negara
10 Negara Ini Pernah...
10 Negara Ini Pernah Melakukan Redenominasi, Bisa Jadi Contoh Indonesia
Bukan Rupiah, Berikut...
Bukan Rupiah, Berikut Ini 5 Mata Uang Tertua di Indonesia
Rupiah Babak Belur dalam...
Rupiah Babak Belur dalam Sepekan, Sentuh Level Rp16.750 per Dolar AS
Pelemahan Rupiah Masih...
Pelemahan Rupiah Masih Lanjut, Hari Ini Jadi Rp16.788 per Dolar AS
Rupiah Rontok di Tengah...
Rupiah Rontok di Tengah Perang AS-Iran, Hari Ini Sentuh Rp16.872 per Dolar AS
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
4 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
4 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
5 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
5 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
5 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved