Kadin Minta Pengusaha Lebih Agresif Sasar Ekspor ke Timur Tengah

Kamis, 10 Agustus 2017 - 16:33 WIB
Kadin Minta Pengusaha...
Kadin Minta Pengusaha Lebih Agresif Sasar Ekspor ke Timur Tengah
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) siap memfasilitasi para pelaku usaha untuk ekspor ke negara-negara Timur Tengah. Pasalnya negara kawasan Timur Tengah sedang gencar melakukan pembangunan.

"Kami Kadin minta para pengusaha Indonesia untuk lebih agresif ekspor ke Timur Tengah. Dan, kami siap memfasilitasinya," ujar Ketua Komite Timur Tengah Kadin Indonesia yang Fachry Thaib di Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Lebih lanjut dia menerangkan beberapa negara Timur Tengah yang berpotensi menjadi pangsa ekspor barang Indonesia di antaranya Arab Saudi, Iraq, Iran, Jordania, Bahrain, Kuwait dan Qatar. Selain itu ada juga Palestina serta negara-negara Timur Tengah anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Fachry menambahkan, dibukanya keran impor negara Timur Tengah itu setelah membaiknya konflik internal. Ditambah usai dibukanya jalur ekonomi baru oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditandai dengan kunjungan Raja Arab Saudi.

"Ada banyak barang Indonesia yang bisa diekspor ke Timur Tengah. Di antaranya barang pendukung infrastruktur seperti semen dan besi. Juga ada makanan, minuman, plywood, garmen, ikan segar, dan obat-obatan," paparnya.

Hanya saja, sambung Ia, untuk memperkuat rencana tersebut, Kadin berencana untuk melakukan pengiriman tim konsul bisnis menuju Timur Tengah seperti ke Qatar. "Beberapa waktu lalu, kami sudah melakukan komunikasi dengan 130 perusahaan Indonesia, namun yang memastikan tertatik untuk melakukan bisnis di Timur Tengah ada 73 pengusaha," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag-Kadin Dongkrak...
Kemendag-Kadin Dongkrak Ekspor ke Australia
Kadin Sebut Surplus...
Kadin Sebut Surplus Neraca Dagang karena Turunnya Produktivitas Manufaktur
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved