Pemerintah Diminta Beberkan Alasan Naikkan Harga Jual Gas COPI
Sabtu, 19 Agustus 2017 - 13:04 WIB
Pemerintah Diminta Beberkan Alasan Naikkan Harga Jual Gas COPI
A
A
A
JAKARTA - Polemik penaikan harga jual gas bumi ConocoPhillips Indonesia Grissik Ltd (COPI) ke PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di wilayah pemasaran Batam, Kepulauan Riau kian bergulir.
Usai menuai respons pedas dari beberapa anggota DPR, kini giliran sejumlah pengamat energi angkat bicara terkait keputusan tersebut.
Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjelaskan secara terbuka terkait beberapa kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuannya dengan petinggi ConnocoPhillips di Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
"Saya kritik kenapa kok malah Menteri yang mendatangi negara-negara kontraktor, termasuk mendatangi Freeport di Amerika. Ini kita yang punya barang, mereka yang seharusnya datang. Tapi sudalah mendatangi, lalu memberikan kenaikan harga," ujar Marwan dalam HUT Serikat Pekerja PT PLN (Persero) seperti dikutip di Jakarta, Sabtu (19/8/2017).
Seperti diketahui, pasca menggelar pertemuan dengan beberapa petinggi ConocoPhillips (COPI) di AS akhir bulan lalu, Jonan menerbitkan surat bernomor 5882/12/MEM.M/2017 tentang penetapan harga jual gas bumi dari ConocoPhillips Grissik ke PGN untuk wilayah Batam.
Dalam surat yang ditandatangani 31 Juli 2017 tersebut, harga jual gas dengan volume 27,27-50 BBTUD dinaikkan USD0,9 per MMBTU atau 34% dari sebelumnya USD2,6 per MMBTU menjadi USD3,5 per MMBTU.
Di satu sisi, PGN selaku pembeli gas bumi ConocoPhillips dilarang menaikkan harga jual ke konsumen, baik untuk kalangan rumah tangga atau industri. Tak ayal, kata Marwan, dari keputusan ini PGN pun berpotensi merugi hingga Rp120 miliar per tahun.
Usai menuai respons pedas dari beberapa anggota DPR, kini giliran sejumlah pengamat energi angkat bicara terkait keputusan tersebut.
Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjelaskan secara terbuka terkait beberapa kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuannya dengan petinggi ConnocoPhillips di Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
"Saya kritik kenapa kok malah Menteri yang mendatangi negara-negara kontraktor, termasuk mendatangi Freeport di Amerika. Ini kita yang punya barang, mereka yang seharusnya datang. Tapi sudalah mendatangi, lalu memberikan kenaikan harga," ujar Marwan dalam HUT Serikat Pekerja PT PLN (Persero) seperti dikutip di Jakarta, Sabtu (19/8/2017).
Seperti diketahui, pasca menggelar pertemuan dengan beberapa petinggi ConocoPhillips (COPI) di AS akhir bulan lalu, Jonan menerbitkan surat bernomor 5882/12/MEM.M/2017 tentang penetapan harga jual gas bumi dari ConocoPhillips Grissik ke PGN untuk wilayah Batam.
Dalam surat yang ditandatangani 31 Juli 2017 tersebut, harga jual gas dengan volume 27,27-50 BBTUD dinaikkan USD0,9 per MMBTU atau 34% dari sebelumnya USD2,6 per MMBTU menjadi USD3,5 per MMBTU.
Di satu sisi, PGN selaku pembeli gas bumi ConocoPhillips dilarang menaikkan harga jual ke konsumen, baik untuk kalangan rumah tangga atau industri. Tak ayal, kata Marwan, dari keputusan ini PGN pun berpotensi merugi hingga Rp120 miliar per tahun.
(izz)
Lihat Juga :